ADVERTISEMENT

Pemkot Surabaya Identifikasi Masalah dengan Aplikasi Sayang Warga

Dea Duta Aulia - detikNews
Sabtu, 05 Feb 2022 09:11 WIB
Pemkot Surabyaa Launching Aplikasi Sayang Warga
Foto: Pemkot Surabaya
Jakarta -

Pemerintah Kota Surabaya bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya memperkenalkan aplikasi Sayang Warga atau Sistem Layanan Pendampingan dan Perlindungan. Inovasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di tengah masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Adapun masalah yang diidentifikasi mencakup data dasar, kependudukan, sosial maupun kesehatan.

"Dari hasil pendataan itu, pemkot berharap dapat memberikan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran. Dengan Sayang Warga ini maka secara otomatis yang memberikan data kepada pemkot adalah Kader Surabaya," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/2/2022).

Dalam proses pendataan pada aplikasi ini, pihaknya melibatkan seluruh kader di Surabaya supaya rasa empati dan kasih sayang terus tumbuh di antara warga. Serta agar tingkat RT atau RW bisa mengusulkan apabila di wilayahnya ada warga yang membutuhkan bantuan.

"Dengan melibatkan kader dan masyarakat dalam pendataan, Pemkot Surabaya akan lebih tahu betul kondisi warganya seperti apa. Sehingga, intervensi yang diberikan pemkot diharapkan lebih cepat dan tepat sasaran," katanya.

Agar manfaat dari aplikasi ini bisa dimaksimalkan, Wali Kota Eri meminta kepada seluruh kader dan pendamping agar menyampaikan data itu sesuai kondisi real warga di lapangan.

"Jadi sampaikan data itu apa adanya, kondisinya warga Kota Surabaya seperti apa. Maka intervensi pemerintah akan lebih tepat sasaran," jelasnya.

Aplikasi Sayang Warga dapat diakses melalui laman website https://sayangwarga.surabaya.go.id. Setiap kader yang telah ditunjuk oleh kelurahan, memiliki akun berupa username dan password sebagai dasar login untuk mengisi form pendataan pada aplikasi tersebut. Mekanisme pendataan Sayang Warga dilakukan oleh Kader Kota Surabaya yang didampingi petugas kelurahan/kecamatan, beserta TP PKK atau Puskesmas.

Ia menerangkan, ada sejumlah langkah yang menjadi prioritas dalam aplikasi tersebut yakni terkait calon pengantin wanita dengan permasalahan gizi, ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi, dan balita stunting.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani menambahkan, adapun mekanisme pendataan Sayang Warga dilakukan oleh sekitar 28.848 kader yang didampingi petugas pendamping kelurahan dengan empat sasaran cakupan kegiatan. Mencakup pendampingan bayi stunting, ibu hamil, ibu melahirkan, dan nifas serta survei rumah sehat.

"Saya harap penggunaan aplikasi ini bukanlah menjadi sebuah beban baru. Akan tetapi menjadi semangat baru untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Surabaya," ujar Rini Indriyani.

Manfaat dari aplikasi ini tentu saja diharapkan tidak hanya mampu membantu pendataan terkait stunting. Akan tetapi, ke depannya juga dapat memberikan kontribusi besar terhadap penanganan masalah dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kota Surabaya.

"Semoga adanya launching aplikasi Sayang Warga ini dapat menjadi momentum besar yang menandai adanya gerakan bersama yang sinergis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya," kata Rini.

Sementara itu, salah satu kader yakni Anisah mengatakan, sebelum Sayang Warga diperkenalkan, dirinya terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi tersebut dari Pemkot Surabaya.

"Kita sudah ada sosialisasi sebelumnya di Puskesmas Kebonsari. Jadi aplikasi itu sudah diterangkan kepada para kader. Dan untuk programnya sendiri, juga sudah kita coba," kata Anisah.

Anisah menambahkan, dari sisi kader, kehadiran aplikasi ini sangat mempermudah mereka untuk melakukan pendataan ke masyarakat. Sebab, data yang dimasukan ke aplikasi ini secara langsung akan terkoneksi dengan Pemkot Surabaya.

"Harapannya dari aplikasi ini, warga Surabaya bisa lebih banyak yang terbantu. Dari pihak RT/RW juga lebih cepat mengetahui informasi status warganya sendiri," jelasnya.

Kader lainnya yakni Darni juga menyampaikan hal serupa. Meskipun membutuhkan adaptasi, namun dalam penggunaan aplikasi ini dirinya sama sekali tidak menemui sejumlah kendala.

"Jadi, datanya itu sudah ada di aplikasi, kita tinggal validasi sesuai data. Nah, untuk kader, sudah punya username untuk login masing-masing," tutup Darni.

Simak juga 'Surabaya Kota Paling Macet Kalahkan Jakarta, Kok Bisa?':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT