Misteri Warga Asing Pelaku Pengeroyokan Mengaku Interpol di Bali

ADVERTISEMENT

Misteri Warga Asing Pelaku Pengeroyokan Mengaku Interpol di Bali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 22:38 WIB
Viral pria ngaku interpol keroyok WN Ukraina di Bali (Dok. Istimewa)
Viral pria ngaku interpol keroyok WN Ukraina di Bali. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kasus pengeroyokan WN Ukraina Oleg Zheinov di Kabupaten Badung, Bali, menyisakan misteri. Empat pelaku yang mengaku sebagai Interpol pun kini masih dicari.

detikcom merangkum sejumlah fakta mengenai kasus pengeroyokan WN Ukraina ini pada Jumat (4/2/2022). Ada sejumlah hal yang masih didalami oleh polisi, termasuk dugaan motif yang menyebabkan insiden pengeroyokan itu terjadi.

Viral di Media Sosial

Insiden pengeroyokan WN Ukraina itu awalnya viral di media sosial. Polisi kemudian bergerak menyelidiki peristiwa itu.

"Zheinov yang dikeroyok," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu I Made Purwantara dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (3/2).

Menurut keterangan Zheinov, kejadian bermula pada Rabu (2/2) pukul 12.00 Wita, dimana dia bersama kekasihnya, Cenly Elounora Musa Lalenoh, mendatangi seorang WNA bernama Volodymyr Kaminsky di Villa Lime, Jalan Subak Sari, Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Saat itu Zheinov datang untuk meminta pertanggungjawaban Kaminsky atas hilangnya sepeda motor yang sebelumnya disewa Kaminsky. Namun Kaminsky tidak mau bertanggung jawab atas kehilangan motor tersebut dan menuduh pacar Zheinov, Cenly, mencuri sepeda motor tersebut.

Kemudian Kaminsky menelepon teman-temannya dan pada Rabu (2/2) pukul 12.30 Wita datang 4 WNA lainnya yang mengaku sebagai polisi internasional. Keempat orang itu datang menggunakan mobil Fortuner warna hitam tanpa nomor polisi, menggunakan rotator, dan membunyikan sirene.

Para pelaku langsung masuk ke vila tempat Zheinov berada dan langsung memukulnya dan diseret ke mobil pelaku. Di dalam mobil, para pelaku berusaha mengikat korban.

"Berdasarkan keterangan saksi, para pelaku membawa paksa saksi dan korban menaiki mobil para pelaku ke arah Kediri Tabanan dan menyekap korban di suatu tempat selama sekira 2 jam," ungkap Purwantara.

Selain itu, keempat orang tersebut merampas handphone merek Xiaomi milik korban dan memaksa meminta sandi ponsel tersebut. Pelaku mengancam Zheinov bila sandi ponsel tersebut tidak diberikan kakinya akan dipatahkan.

"Kemudian karena merasa terancam korban kemudian memberikan sandi HP tersebut, saksi juga menerangkan pada handphone yang dirampas oleh pelaku tersebut terdapat Kartu ATM, beserta catatan penting (berupa) bank ID dan password-nya," jelas Purwantara.

"Akibat kejadian tersebut korban menderita luka memar di bagian rahang sebelah kiri dan luka lecet pada lutut sebelah kiri," imbuhnya.

Purwantara menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima dua laporan atas peristiwa tersebut. Sebab, antara Oleg Zheinov dan Volodymyr Kaminsky saling melapor.

"Ada 2 pelaporan, si Volodymyr (Kaminsky) ini pertama di pukul, ngelapor di Polsek (Kuta Utara). Karena nggak terima temennya, ngeroyok balik oleh (oleh) Zheinov," jelas Purwantara.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT