PPATK Usut Dugaan Transaksi Mencurigakan Kasus Garuda, Dirut Bilang Begini

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 08:41 WIB
Traveloka
Foto: screenshot
Jakarta -

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan telah menerima surat permintaan penelusuran aliran uang mencurigakan di kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat di PT Garuda Indonesia. Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku tak mempermasalahkan hal itu.

"(Pemeriksaan PPATK) itu kewenangan kejaksaan. Selalu (kooperatif jika diperiksa)," ucap Irfan Setiaputra saat dihubungi, Kamis (3/2/2022).

Irfan enggan menjelaskan soal penyewaan pesawat yang dipermasalahkan tersebut. Dia mengatakan saat ini proses hukum di kejaksaan sedang berjalan sehingga dirinya tak bisa berkomentar.

"Sedang proses penyidikan di kejaksaan. Jadi nggak bisa komentar," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia sudah naik ke tingkat penyidikan. Kejagung akan terus mencari bukti terkait kasus tersebut.

"Perkara PT Garuda yang beberapa hari lalu Menteri BUMN datang ke sini. Kami sedang menangani perkara ini dan hari ini kita naikkan menjadi penyidikan umum," kata Burhanuddin dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (19/1).

Jaksa Agung kemudian meminta PPATK menelusuri aliran uang mencurigakan terkait kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia. Kejagung berharap PPATK dapat segera melaporkan hasil analisis dan pemeriksaannya.

"Iya, kami sudah menerima surat permintaan penelusuran transaksi keuangan kasus tersebut beberapa minggu lalu," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada wartawan, Kamis (3/2).

Ivan mengatakan pihaknya tengah melakukan analisis follow the money di beberapa industri keuangan terkait. Dia menyebut analisis dan pemeriksaan skema aliran uang itu kini masih dalam proses.

"Analisis saat ini sedang dilakukan melalui follow the money di beberapa industri keuangan terkait terhadap para pihak yang dimintakan dan pihak terkait lainnya. Kami masih dalam proses, ya," ujar Ivan.

(aik/haf)