MAKI Ungkap Rachel Vennya Sudah Diperiksa Bareskrim soal Suap Karantina

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 03 Feb 2022 23:28 WIB
Terdakwa Rachel Vennya bersama kekasihnya Salim Nauderer saat menjalani sidang perdana terkait pelanggaran karantina di Pengadilan Negeri Tangerang, Tangerang, Jumat, (10/12).
Rachel Vennya (kiri) (Palevi/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) telah melaporkan dugaan suap agar tak karantina Rachel Vennya ke Bareskrim Polri. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengatakan delapan saksi, termasuk Rachel Vennya, telah diperiksa dalam aduannya tersebut.

"Perkembangan dari kasus Rachel Vennya itu saya mendapatkan update bahwa sudah memeriksa delapan saksi, termasuk si RV juga sudah dimintai keterangan," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada detikcom, Kamis (3/2/2022).

Boyamin mengatakan pengusutan dugaan suap Rachel Vennya di Bareskrim mengalami kendala. Dia menyebut empat anggota dari tim yang menangani kasusnya positif COVID-19.

"Dan memang masih ada terkendala karena ini COVID ramai ini, ada tim dari tim ini yang kena COVID 4, padahal itu sekitar hanya sembilan orang gitu. Jadi terus meng-handle yang lain, maka agak terhenti dan saya maklumi," tuturnya.

Kemudian, dia mendesak Polri segera berkoordinasi dengan Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU). Dia menyebut, meski suap telah dikembalikan, hal itu tidak menghapus proses pidananya. Hal itu disampaikan Boyamin kepada penyidik dalam pertemuannya hari ini di Bareskrim Polri.

"Saya mendesak tadi segera dilakukan koordinasi dengan POM TNI AU karena memang apa pun dari kasus ini sudah terpublikasikan melibatkan oknum TNI AU, udah jelas kalau itu," kata Boyamin.

"Dan diduga yang aliran uang Rp 40 juta itu mengalir kepada adiknya oknum TNI AU tadi sejumlah 30 atau berapa itu, dikembalikan setelah ramai. Jadi kan pengembalian suatu suap tidak menghapuskan pidananya, apalagi itu kan sudah ramai, kan gitu kan," sambungnya.

Boyamin berharap proses pengusutan barang bukti tetap berjalan. Dia kembali menegaskan memaklumi adanya kendala karena merebaknya COVID-19.

"Terus kemudian berikutnya adalah pemenuhan alat bukti itu, saya berharap tetap berjalan, toh memang kendala itu ya, apa pun ini sudah kita maklumi bersama, tapi tetap saya berharap itu berjalan," ucapnya.

Lebih lanjut, dia sempat menyinggung pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta permainan karantina diusut tuntas. Boyamin mengatakan kasus Rachel Vennya harus menjadi contoh keseriusan polisi dalam menangani kasus pelanggaran kekarantinaan.

"Nah, ini harus diberikan contoh bahwa orang yang bermain-main dengan karantina, maka diproses hukum, dimintai pertanggungjawaban hukum, yaitu yang kasus RV ini gitu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) telah mengirimkan e-mail aduan terkait dugaan suap Rachel Vennya agar tak karantina ke Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam dan Dittipikor Bareskrim Polri.

MAKI juga mengirimkan surat aduan fisik ke Satgas Saber Pungli dan Bareskrim. "Sudah terkirim surat fisik via jasa kurir," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada detikcom, Kamis (16/12/2021).

Sebelumnya, MAKI lebih dulu mengirim surat aduan dugaan suap dan pungli Rachel Vennya melalui e-mail. Aduan ke Saber Pungli Kemenko Polhukam terkirim 14 Desember 2021. Kemudian dilanjutkan mengirim ke Dittipikor Bareskrim Polri pada 15 Desember 2021.

(maa/maa)