Tambah Terus Klaster Corona di Senayan Berujung Kerja dari Rumah

ADVERTISEMENT

Tambah Terus Klaster Corona di Senayan Berujung Kerja dari Rumah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Feb 2022 20:52 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Gedung Nusantara DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di lingkungan DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, terus bertambah. Data terakhir, sebanyak 152 orang yang rutin beraktivitas di 'Senayan' terkonfirmasi positif Corona. Sistem work from home atau WFH pun diterapkan.

Kemarin, kasus Corona di lingkungan kompleks parlemen sudah menembus angka 97 orang. Sembilan orang di antaranya merupakan anggota DPR, puluhan orang lainnya tenaga ahli hingga pegawai pemerintah non-ASN (PPASN).

Siang tadi, Sekjen DPR Indra Iskandar mengungkapkan kasus Corona di 'Senayan' bertambah menjadi 142 orang. Dari data terakhir, yakni 97, ada tambahan sebanyak 45 orang.

"Jadi untuk hari ini yang positif, saya sebut positif, itu kemarin 97, kemarin sore, ditambah 45 orang, jadi 142 orang per kemarin," kata Indra kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/2/2022).

Tak lama kemudian, Sekjen DPR mengumumkan kasus Corona di lingkungan parlemen kembali bertambah. Ada penambahan sebanyak 10 kasus.

"Sudah nambah lagi, sekarang sudah 152 (kasus). Barusan, setengah jam yang lalu. Itu yang terbaru," ucap Indra Iskandar saat dihubungi Kamis (3/2/2022) pukul 12.43 WIB.

Adapun jumlah 152 kasus Corona tersebut merupakan gabungan antara anggota DPR, tenaga ahli, hingga PPASN. Mereka kini menjalani karantina mandiri.

Dari 9 anggota DPR yang positif Corona, sebagian besar bernaung di Komisi X. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menyebut ada tujuh anggota Komisi X yang positif COVID-19.

"Saya lupa (klaster rapat apa), yang paling dengar dari Ketua Komisi X, rapat di Komisi X," ungkap Muhaimin di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (3/2).

"Kalau nggak salah tujuh (terkonfirmasi positif)," kata politikus yang kerap disapa Cak Imin itu.

Lonjakan kasus tersebut membuat DPR mengambil keputusan. Mulai mekanisme kerja, rapat, hingga soal kunjungan kerja (kunker) disesuaikan demi mencegah penambahan kasus makin mengkhawatirkan.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'DPR 'Diserbu' COVID-19, Peserta Rapat Dibatasi 30 Persen':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT