ADVERTISEMENT

Keberatan Edy Mulyadi Dijawab Polri Sesuai Aturan Perundangan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Feb 2022 06:38 WIB
Edy Mulyadi memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022).
Foto: Agung Pambudhy

Pengacara Bakal Ajukan Penangguhan Penahanan

Tak terima dengan penahanan kliennya, kuasa hukum Edy Mulyadi memastikan akan mengajukan penangguhan penahanan kepada penyidik Polri. Mereka mengajukan penangguhan atas dasar presumption of innocent atas kliennya.

"Atas dasar pertimbangan hukum presumption of innocent kami tim advokasi selaku pengacara dan pembela akan mengajukan penangguhan penahanan sesuai persyaratan sistem hukum yang berlaku/KUHAP," kata pengacara Edy Mulyadi, Damai Hari Lubis, dalam keterangannya, Selasa (1/2/2022).

Selain itu, Damai menyayangkan penahanan terhadap kliennya itu. Sebab, ungkapan Edy terkait Pulau Kalimantan 'tempat jin buang anak' disebut merupakan satire yang disampaikan tidak dengan kalimat yang kotor atau kasar.

"Kami kuasa hukum tim advokasi EM sangat menyayangkan penahanan EM oleh karena pelanggaran yang dituduhkan selain debatable oleh sebab objek perkaranya terkait ruang seni atau bahasa ungkapan atau satire, atau merupakan bahasa sindiran pada sebuah daerah sesuai adat dan budaya tidak diungkap dengan ungkapan kalimat kotor atau kasar. Tahapan hukumnya pun masih bersifat praduga tak bersalah," kata Damai.

"Selayaknya pihak penyidik tidak terburu-buru melakukan penahanan yang prematur," katanya.

Polri Pastikan Penahanan Edy Mulyadi Sesuai Aturan

Sementara itu, Polri membantah tudingan kuasa hukum Edy Mulyadi terkait penahanan tidak sesuai aturan. Polri menegaskan penahanan Edy Mulyadi sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan.

"Penyidik sudah melaksanakan tahapan penyidikan sesuai dengan prosedur dan aturan perundang undangan (KUHAP)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Selasa (1/2/2022).


(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT