ADVERTISEMENT

Jokowi Minta Evaluasi, Begini Gambaran Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Feb 2022 11:05 WIB
Sekolah di Jakarta menggelar tatap muka terbatas hari ini. Kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar 6 jam.
Ilustrasi PTM Jakarta (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Presiden Jokowi meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi, terutama di 3 provinsi, termasuk DKI Jakarta. Sektor pendidikan di Jakarta salah satu yang terdampak COVID-19.

Selama Januari 2022, sekolah yang ditutup karena temuan kasus Corona hampir menyentuh angka 100. Hingga 25 Januari, tercatat ada 9 sekolah yang sempat ditutup karena siswa dan guru terpapar.

"Total kasus positif temuan pembelajaran tatap muka terbatas sebanyak 90 sekolah," kata Riza melalui keterangan tertulis, Selasa (25/1/2022).

Riza mengatakan data tersebut dihimpun per 22 Januari 2022. Sekolah yang ditutup terdiri atas jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Pelatihan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Berikut ini sebaran sekolah yang sempat ditutup karena COVID-19:

1. Jakarta Timur Wilayah 1: 22 sekolah
2. Jakarta Timur Wilayah 2: 20 sekolah
3. Jakarta Selatan Wilayah 2: 16 sekolah
4. Jakarta Selatan Wilayah 1: 15 sekolah
5. Jakarta Barat Wilayah 2: 8 sekolah
6. Jakarta Pusat Wilayah 1: 3 sekolah
7. Jakarta Utara Wilayah 1: 3 sekolah
8. Jakarta Pusat Wilayah 2: 2 sekolah
9. Jakarta Barat Wilayah 1: 1 sekolah

Tersisa 2 Sekolah Setop PTM

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan saat ini 88 sekolah sudah dibuka kembali. Riza menegaskan Pemprov DKI Jakarta tetap menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah DKI.

"Terkait sekolah dari 90 yang sempat ditutup karena COVID-19, sekarang tinggal 2 yang masih ditutup, yang lain sudah dibuka kembali," kata Riza di Kramat Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/1).

"Kami masih memberlakukan PTM terbatas 100 persen. Kenapa? Karena sudah sesuai dengan syaratnya dari Kemendikbud Ristek, itu ada syarat itu ada di PPKM level 1 atau 2, Jakarta level 2. Vaksinnya bagi Tendik harus di atas 80 persen, di DKI di peserta didik 98 persen, tenaga pendidik 90 persen jadi memenuhi syarat. Lansianya disarankan 50 persen, Jakarta lebih dari 71 persen yang divaksin," tegasnya.

Dia menerangkan, Pemprov DKI tak bermaksud mengabaikan keselamatan siswa karena meneruskan PTM. Dia menilai kualitas pendidikan anak perlu karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) tak berjalan optimal.

"Kita harus memerhatikan kualitas pendidikan anak-anak kita, selama dua tahun ini anak-anak kita sekolah daring, ini hasilnya tidak maksimal. Tidak semua anak bisa belajar sendiri dia harus berinteraksi dengan guru begitu juga orang tua tidak bisa mengajarkan ilmunya waktunya di rumah jadi butuh orang-orang profesional di sekolah," tegasnya.

Riza juga menggarisbawahi, tidak ada paksaan terhadap orang tua untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM. Semua rangkaian PTM, menurut dia, dijalankan secara sukarela dari orang tua dan siswa.

"Setelah kita survei anak anak mau sekolah, orang tua juga mau sekolah, padahal aturan diperbolehkan bagi anak anak dan orang tua yang ingin anaknya tidak PTM diperbolehkan secara online, jadi semua ini sukarelawan, tidak ada paksaan dari pemerintah pusat atau DKI," tegasnya.

Simak juga 'Beda Pendapat Ahli soal PTM saat Kasus Covid-19 Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT