ADVERTISEMENT

Curahan Hati Azis Syamsuddin Hidup di Australia Jadi Orang Miskin

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Feb 2022 07:46 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2021). Sidang ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa.
Azis Syamsuddin. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin membacakan nota pembelaan atau pledoi terhadap tuntutan jaksa KPK. Di ruang sidang, Azis curhat hidup jadi orang miskin di Australia.

Peristiwa itu terjadi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Azis mengawali pleidoinya dengan menceritakan masa kecilnya yang kerap dirundung.

"Saya bermaksud mengawali nota pembelaan saya ini dengan curahan hati yang menceritakan kembali kilas balik kehidupan saya jati diri saya yang sesungguhnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembentukan karakter saya dari masyarakat biasa yang kemudian mendapat kepercayaan untuk turut andil membangun bangsa dan negara yang saya cintai," ujar Azis dalam persidangan, Senin (31/1/2022).

Terlahir sebagai bungsu dari 5 bersaudara, Azis hidup berpindah-pindah mengikuti ayahnya yang memang sering berpindah tugas. Saat tinggal di berbagai daerah itu Azis mengaku kerap dirundung karena tidak bisa berbahasa daerah setempat.

"Dan setiap 3 tahun saya selalu dipelonco di berbagai daerah karena saya tidak bisa menggunakan bahasa daerah setempat sehingga saya harus dipelonco dan tegar menghadapi," kata Azis Syamsuddin dengan suara tercekat.

Azis menyebut ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri yang ketika pensiun akhirnya bertempat tinggal di salah satu rumah susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurut Azis, hidupnya sebagai anak pejabat berubah setelahnya.

Selepasnya Azis tetap pada pendiriannya soal tidak berniat memberikan suap. Dia menepis apa yang didakwakan padanya.

"Saya ingin menegaskan dalam persidangan bahwa saya tidak memiliki niat memberi suap kepada saudara Robin, karena saya yakin saudara Robin tidak punya kapasitas dan tidak mempunyai kemampuan dan bantuan-bantuan yang saya lakukan sebagaimana dituduhkan pada saya saat ini sesuai dengan dakwaan," kata Azis.

Curhat Jadi Orang Miskin Saat Ambil Master di Australia

Masih dalam ruang sidang, Azis mengaku hidup susah ketika mengambil gelar master di Australia. Saat itu, Azis mengaku harus mencari pemasukan lain hingga bekerja sebagai tukang cuci mobil.

"Bahwa perjuangan saya pada saat mengambil gelar Master of Applied Finance mempunyai suatu dinamika yang membentuk karakter saya di mana kita sama-sama mengetahui bahwa ekonomi di tahun 1998. Apalagi di saat yang bersamaan saya dan istri saya menanti kelahiran putra bungsu saya yaitu putra kedua saya," ucap Azis

Dia pun meminta publik tidak menghakimi dirinya selalu hidup enak.

"Saya harus dengan biaya yang cukup efisien mencari tambahan pemasukan untuk hidup sehari-hari selama merantau di Negeri Kanguru. Di saat orang pada saat itu dengan perbedaan musim di Negara Kanguru, saya jam 12 malam harus kerja sebagai tukang cuci mobil dan itu saya rasakan selama saya di Australia," ucap Azis.

"Jadi orang jangan melihat saya enak tapi orang juga harus melihat perjuangan saya untuk melakukan itu," imbuh Azis.

Di kasus ini, Azis dituntut 4 tahun dan 2 bulan (50 bulan) penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan karena diyakini memberi suap ke mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dan Maskur Husain sekitar Rp 3,6 miliar. Selain itu, Azis Syamsuddin dituntut hak politiknya dicabut selama 5 tahun.

Azis kembali bercerita soal pekerjaan sampingannya sewaktu di Australia. Dia mengaku sempat pula menjadi loper koran dengan gaji 17 dolar per hari.

"Kemudian setelah cuci mobil dengan gaji 40 dolar pada saat itu per hari, saya juga menjadi loper koran saya lakukan pukul 6 pagi dengan gaji sebesar 17 dolar per hari pada saat itu," kata Azis.

"Pengalaman ini yang menempa saya dan membuat saya selalu pada saat-saat tertentu selalu membayangkan proses kehidupan yang saya lalui, pahit getir yang harus saya lalui, saya harus makan sehari sekali, hanya untuk mengirit biaya, pada saat itu saya mengklaim, meng-declare saya sebagai orang miskin di Australi," imbuh Azis.

Simak Video 'Divonis 14 Februari, Azis Syamsuddin akan Terima Apapun Putusannya':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT