ADVERTISEMENT

Azis Syamsuddin Janji Tak Masuk Politik Lagi Jika Divonis Bebas

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 31 Jan 2022 15:15 WIB
Azis Syamsuddin dituntut 4 tahun dan 2 bulan penjara. Selain itu, jaksa juga menuntut agar hak politik Azis Syamsuddin juga dicabut selama 5 tahun.
Azis Syamsuddin (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta dibebaskan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Azis membeberkan hal-hal yang akan dilakoninya jika divonis bebas.

"Semoga keyakinan Majelis Hakim Yang Mulia dapat memutus perkara saya dengan membebaskan saya dari segala tuntutan dakwaan jaksa penuntut umum," kata Azis saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (31/1/2022).

Azis mengatakan dirinya akan lanjut menjalankan ujian hidupnya serta memperbaiki diri dan menjadi manusia berguna.

"Saya akan melanjutkan ujian dalam kehidupan saya ini yang sampai saat ini sebagai kesempatan saya untuk mengintrospeksi dan memperbaiki diri saya sehingga saya dapat menjadi Azis Syamsuddin yang lebih baik tentunya kelak," katanya.

"Saya ingin menjadi suatu manusia yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara dengan mengedepankan asas agama yang saya anut," imbuhnya.

Azis menyebut dirinya akan tetap memperjuangkan hak-hak orang lain. Selain itu, dia mengatakan akan terus berkarya meski tak lagi menjadi anggota legislatif.

"Saya ingin terus berkarya bagi masyarakat sekalipun bukan sebagai anggota legislatif. Saya ingin tetap memperjuangkan hak-hak orang lain, saya meyakini hal ini dapat saya jalani dengan berbagai cara, termasuk kembali menjadi advokat, tenaga pengajar sebagai dosen, sehingga berkontribusi bagi kegiatan sosial," katanya.

Azis Syamsuddin mengaku dirinya berkomitmen tidak kembali masuk ke dunia politik jika divonis bebas.

"Saya juga telah berdiskusi kepada keluarga saya, Bapak Hakim Yang Mulia, seandainya pada saat nanti jatuh vonis, atau dilakukan suatu keputusan saya bebas, saya berkomitmen untuk tidak masuk ke dunia politik," kata Azis.

Ia menyebut dirinya memilih menjadi dosen. Dia juga mengaku akan kembali menjalankan profesinya sebagai advokat.

"Saya akan meneruskan perjuangan kehidupan saya bersama keluarga saya sebagai tenaga pengajar, sebagai dosen yang telah saya lakukan selama hampir delapan tahun sebagai dosen dan sebagai advokat yang hampir selama 17 tahun saya nonaktif sebagai advokat karena terikat undang-undang sebagai anggota DPR, tidak dapat berperan sebagai advokat," imbuhnya.

Baca di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT