ADVERTISEMENT

Dipolisikan Bupati Morowali, 5 Perusahaan Tambang Ancam Lapor Balik

Mohammad Qadri - detikNews
Selasa, 01 Feb 2022 00:25 WIB
Emas merupakan komoditas berharga simbol kekayaan dan kemewahan di hampir setiap budaya manusia. Yuk intip potret pekerja tambang emas antam di Gunung Pongkor.
Ilustrasi pekerja tambang (Foto: Dikhy Sasra)
Palu -

Tim kuasa hukum dari 5 perusahaan tambang yang dilaporkan Pemkab Morowali terkait kasus pemalsuan tanda tangan mengancam akan melaporkan balik Bupati Morowali Taslim. Peryataan Bupati Morowali Taslim dinilai tendensius.

"Inikan belum ada hasil keputusan dari pengadilan, proses pembuktian yang dilakukan Bupati Morowali Taslim sifatnya materil. Jika nantinya tidak terbukti, siap-siap kami akan laporkan balik," tegas Ketua Tim Kuasa Hukum Ke-5 Perusahaan, Mardiman Sane saat dihubungi detikcom Senin (31/1/2021) malam.

Pernyataan Bupati Morowali Taslim juga disebut sangat merugikan investasi. Menurut Mardiman, ketika Pemkab Morowali baru membuat laporan polisi, harus menunggu hasil putusan pengadilan baru bisa sebut tanda tangannya dipalsukan.

"Kalau mau melaporkan, laporkan saja tapi tunggu hasil putusan pengadilan. Kalau sudah seperti ini, kan namanya tendensius. Dan jika tidak terbukti, Bupati Morowali Taslim akan kami laporkan balik," tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Morowali Taslim mengungkap dugaan pemalsuan tanda tangan itu ketika pihaknya menerima kabar surat IUP dan OP dikirim ke Pemprov Sulteng. Dia menegaskan tak pernah menandatangani surat IUP dan OP itu.

"Selama ini Pemkab Morowali, tidak pernah menyerahkan IUP-OP ke Gubernur Sulteng. Namun akhir-akhir ini kami menemukan ada lima perusahaan melayangkan lima surat penyerahan IUP-OP ke Gubernur," kata Taslim saat dihubungi terpisah, Jumat (28/1)

Pemkab Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) kemudian melaporkan lima perusahaan tambang yang diduga memalsukan tanda tangan Bupati. Kelima perusahaan itu diduga memalsukan tanda tangan Bupati Morowali Taslim pada surat izin usaha pertambangan (IUP) dan operasi produksi (OP) dari Pemkab Morowali.
"Laporan polisinya sudah masuk. Jenis laporannya terkait pemalsuan tanda tangan," kata Kapolres Morowali AKBP Ardi Rahananto kepada wartawan, Jumat (28/1).

AKBP Ardi mengatakan laporan itu dibuat hari ini. Dia menyebut pihaknya akan mengusut laporan itu.

Simak juga 'Jokowi Resmikan Smelter Nikel PT GNI: Ini Akan Beri Nilai Tambah':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT