ADVERTISEMENT

Azis Syamsuddin Akan Divonis Senin 14 Februari

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 31 Jan 2022 17:16 WIB
Azis Syamsuddin dituntut 4 tahun dan 2 bulan penjara. Selain itu, jaksa juga menuntut agar hak politik Azis Syamsuddin juga dicabut selama 5 tahun.
Azis Syamsuddin (Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

Majelis hakim akan membacakan vonis untuk Azis Syamsuddin pada 14 Februari 2022. Mantan Wakil Ketua DPR itu dijerat perkara penyuapan terhadap mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

"Persidangan hari ini cukup, diundur ditetapkan disidangkan kembali pada Senin tanggal 14 Februari 2022, pada pukul 10.00 WIB dengan agenda putusan," ujar ketua majelis hakim Muhammad Damis dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (31/1/2022).

Azis sendiri diketahui telah membacakan pleidoi hari ini. Azis tetap pada pendiriannya soal tidak berniat memberikan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Robin.

"Saya ingin menegaskan dalam persidangan bahwa saya tidak memiliki niat memberi suap kepada saudara Robin, karena saya yakin saudara Robin tidak punya kapasitas dan tidak mempunyai kemampuan dan bantuan-bantuan yang saya lakukan sebagaimana dituduhkan pada saya saat ini sesuai dengan dakwaan," kata Azis.

Menanggapi pleidoi Azis, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan pihaknya menghargai pleidoi tersebut. Namun, jaksa mengaku tetap berpegang pada tuntutannya.

"Bahwasanya kami menghargai nota pembelaan atau pleidoi yang disampaikan oleh terdakwa dan penasihat hukum. Namun demikian setelah kami cermati, pleidoi yang disampaikan kami tidak melihat ada fakta-fakta yang terungkap di persidangan secara jujur objektif dan utuh. Dan oleh karenanya berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan kami selaku penuntut umum berpendapat tetap pada tuntutan," ujar jaksa.

Ditemui usai persidangan, Azis mengaku siap menghadapi putusan hakim. Azis mengatakan dirinya akan menerima putusan yang diberikan hakim.

"Kita dengar bersama bahwa hakim akan memutuskan tanggal 14 Februari mudah mudahan nanti putusannya seperti apa saya akan terima, dan saya akan melihat pertimbangan pertimbangan hakim," kata Azis ditemui usai persidangan.

Azis meminta seluruh pihak menghormati proses dan tidak memberikan komentar. Ia menilai hal ini agar hakim dapat memutuskan berdasarkan fakta persidangan.

"Saya mengajak semua komponen menghormati proses, dengan tidak memberikan komentar karena biar hakim memutuskan berdasarkan fakta hukum yang berkembang dan berdasarkan keyakinan beliau sebagai perpanjangan tangan tuhan, yang akan memutus perkara ini," ujar Azis.

Diketahui sebelumnya, Azis dituntut 4 tahun dan 2 bulan (50 bulan) penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan karena diyakini memberi suap ke mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dan Maskur Husain sekitar Rp 3,6 miliar. Selain itu Azis Syamsuddin dituntut hak politiknya dicabut selama 5 tahun.

Azis disebut jaksa terbukti memberi uang secara bertahap ke AKP Stepanus Robin Pattuju yang seluruhnya berjumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36 ribu. Jaksa menyebut uang itu diberikan agar AKP Robin mengawal kasus APBD Lampung Tengah yang menjerat Azis dan Aliza Gunado. Adapun jika dirupiahkan, USD 36 ribu setara dengan Rp 519.771.531. Jika ditotal keseluruhan, suap yang diberikan Azis sekitar Rp 3.619.658.531.

Jaksa mengatakan hal memberatkan Azis adalah perbuatannya merusak citra dan kepercayaan terhadap DPR RI, tidak mengakui kesalahan, dan berbelit-belit. Sedangkan hal yang meringankan, Azis belum pernah dihukum.

Azis Syamsuddin diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(dhn/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT