BOR RS COVID Tembus 56%, DKI Siap Tambah Kapasitas Tempat Tidur

ADVERTISEMENT

BOR RS COVID Tembus 56%, DKI Siap Tambah Kapasitas Tempat Tidur

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 30 Jan 2022 13:40 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Karin/detikcom)
Jakarta -

Keterisian tempat tidur RS Rujukan COVID-19 DKI Jakarta tembus 56%, nyaris menyentuh angka 60%. Pemprov DKI Jakarta mengatakan pihaknya siap menambah fasilitas kesehatan di rumah sakit rujukan.

"Dari DKI selalu siap. Kita siap menambah fasilitas kesehatan. Seperti pada puncak-puncak nya di bulan Juni, Juli, Agustus di tahun 2021 alhamdulillah DKI bisa dengan cepat menyiapkan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022).

DKI, kata dia, sudah belajar dari fenomena gelombang kedua COVID-19 di pertengahan 2021. Bahkan, Riza menyebut saat itu DKI memaksimalkan kapasitas rumah sakit dengan mendirikan tenda hingga menyiapkan kasur lipat (velbed) sebagai lokasi perawatan pasien COVID-19.

Jadi, skema kedaruratan COVID-19 di Jakarta telah terbentuk.

"Iya kalau terpaksa ada penambahan tenda, velbed, dan lain-lain kami siap. Insyaallah sistem sudah dibangun dan tinggal menambah kapasitas, " jelas Riza.

Sebagaimana diketahui, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) 140 RS Rujukan COVID-19 DKI Jakarta meningkat jadi 56%. Begitu pula BOR ICU naik jadi 19%.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya pernah mengatakan kapasitas tempat tidur rumah sakit di DKI masih dapat ditingkatkan karena kapasitas maksimalnya mencapai 11 ribuan.

Budi mengatakan saat ini DKI baru membuka kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19 sebanyak 3.900 dari yang sebenarnya bisa ditingkatkan menjadi 11.000 tempat tidur. Sementara itu, saat ini tempat tidur di RS di DKI Jakarta telah terisi sekitar 45 persen atau 1.700-1.800-an sehingga menurut Budi semestinya masih ada ruangan untuk pasien dirawat.

"Ada yang memberitakan di Jakarta sudah 45% terisi, itu 45% terisi dari kapasitas yang siap sekarang 3.900. Sebenarnya tempat tidur isolasi di Jakarta itu 11.000, sekarang belum dikonversikan saja, karena memang dulu sudah naik sampai angka 10.000-an pada saat di bulan Juli," kata Budi dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Kemenkes, Kamis (27/1).

Simak juga 'BOR Meningkat 54% & Keterisian ICU 18%':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT