Sandiaga Bongkar Jebakan Karantina, PHRI: Jangan Buru-buru Salahkan Hotel

ADVERTISEMENT

Sandiaga Bongkar Jebakan Karantina, PHRI: Jangan Buru-buru Salahkan Hotel

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 30 Jan 2022 08:09 WIB
Ilustrasi Karantina
Ilustrasi (Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran meminta agar jangan buru-buru menyalahkan pihak hotel terkait dugaan 'jebakan karantina' COVID-19 turis asal Ukraina. Sebab hotel hanya tempat yang menyiapkan fasilitas karantina bukan regulasi.

"Hotel itu hanya sebagai fasilitas akomodasi tidak punya kewenangan melepas mengeluarkan hasil tes dan lain sebagainya. Hotel itu kewenangannya sebagai fasilitas akomodasi jadi jangan buru-buru menyalahkan hotelnya," kata Maulana kepada wartawan, Sabtu (29/1/2022).

Maulana menuturkan, pihak yang bertanggung jawab terkait regulasi karantina di hotel adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia menyebut hotel tidak boleh menentukan apakah pengunjung yang selesai karantina boleh dites PCR ulang atau tidak.

"Yang dikarantina itu boleh keluar jika ada surat dari nakesnya yang bertanggung jawab di hotel itu. Kenapa hotel jadi mahal kan untuk membayar nakes itu. Emang yang boleh menyatakan boleh tes ulang atau tidak emang hotel? Itukan kebijakan Kemenkes bukan hotel. Hotel nggak punya kewenangan apa-apa, regulasi yang buat pemerintah bukan hotel," ujarnya.

Maulana meminta persoalan dugaan 'jebakan karantina' turis asal Ukraina itu untuk ditanyakan ke Kemenkes. Menurutnya kurang tepat jika informasi hanya dari satu pihak kemudian langsung disampaikan melalui media sosial tanpa ada konfirmasi dari berbagai pihak terkait.

"Ini karena isunya PCR tanyakan dulu ke pihak yang berkompeten menjawab itu adalah Kementerian Kesehatan. Ya kalau kita semua blash ke medsos, belum ada dasarnya tentu nggak tepat ya nggak pas, menurut saya sih gitu," ucapnya.

"Cari tahu dulu, cari tahu itu lintas lembaga jangan buru-buru menargetkan ke hotel juga nggak tepat. Berartikan pemerintah sendiri tidak tahu tupoksinya siapa sebenarnya kan gitu. Itu kan selalu di publik kan begitu. Tapi coba lihat dulu sama-sama siapa yang punya kewenangan itu, mungkin nggak hotel punya kewenangan itu kan nggak mungkin," sambungnya.

Simak juga 'Kapolri Minta Tindak Tegas Joki dan Amankan Pasien Karantina yang Kabur!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT