Bongkar Dugaan Jebakan Karantina, Ini Ancaman Sandiaga ke Oknum Coreng RI!

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 18:57 WIB
Ini Kiat-kiat Sukses Bisnis Kuliner dari Sandiaga Uno
Sandiaga Uno (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno membongkar dugaan adanya 'permainan' karantina terhadap wisatawan. Sandi mengaku tak segan akan menindak oknum yang mencoreng nama Indonesia.

"Saya tidak akan segan untuk menindak tegas oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan namun mencoreng nama baik Indonesia!" tulis Sandi dalam akun Instagram resmi miliknya, Sabtu (29/1/2022).

Sandi mengungkapkan mendapat laporan dari salah satu wisatawan Ukraina. Pengaduan tersebut diterima Sandi dalam bentuk surat elektronik.

Sandi menyebut wisatawan asal Ukraina tersebut akan berlibur bersama anaknya ke Bali, lalu menjalani karantina sesuai aturan. Namun, saat hari terakhir karantina, hasil tes PCR dinyatakan positif, padahal mereka mengaku tak mengalami gejala.

"Minggu lalu, saya mendapat laporan dari salah satu wisatawan asal Ukraina bahwa ia bersama anak perempuannya yang berencana untuk berlibur di Bali mendapat masalah. Di hari terakhir karantina, di salah satu hotel di Jakarta, mereka mendapat kabar bahwa tes PCR yang mereka ambil sebelum meninggalkan hotel menunjukkan hasil 'positif'," tulis Sandi.

Wisatawan tersebut kemudian meminta pertolongan untuk dilakukan tes PCR ulang. Dia meyakini hasil tes tersebut salah, namun petugas tak mengizinkan mereka melakukan tes dari pihak selain yang disediakan petugas karantina.

Mereka lalu disodori perpanjangan karantina dengan biaya besar. Turis asal Ukraina ini merasa ditipu.

Sandi mengungkap segera merespons pengaduan tersebut dengan mengirim tim Kemenparekraf.

"Secara langsung, mereka memohon pertolongan agar bisa melakukan tes PCR ulang karena mereka percaya bahwa hasilnya salah. Selain itu, tentunya akan memakan biaya lebih besar lagi," tuturnya.

Setelah tim Kemenparekraf turun tangan, wisatawan tersebut akhirnya bisa tes ulang dan hasilnya negatif. Saat ini wisatawan tersebut sudah bisa berlibur ke Bali.

"Alhamdulillah, secara cepat masalahnya sudah tersolusikan. Mereka saat ini sedang menikmati pariwisata di Bali. Saya berharap ke depannya tidak ada lagi wisatawan yang mendapat pengalaman yang kurang mengenakkan," sambungnya.

(dwia/tor)