ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Viral Korban Jambret 'Playing Victim' di Jaksel

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 22:13 WIB
Rekaman CCTV Jambret Pemotor di Tebet Oktober 2021
Foto: Rekaman CCTV Jambret Pemotor di Tebet Oktober 2021 Foto: Tangkapan layar
Jakarta -

Kasus sopir taksi online yang menabrak dua pemotor yang dinarasikan pelaku penjambretan hingga meninggal dunia di Tebet, Jakarta Selatan, pada Oktober 2021 lalu kembali mencuat. Pasalnya, muncul unggahan di media sosial yang menyebut sopir taksi online melakukan playing victim atau seolah menjadi korban.

Tudingan itu ramai dibahas. Kasus yang sempat tenggelam itu pun kembali ramai diperbincangkan.

Dalam unggahan viral itu disebut dua pemotor yang ditabrak oleh sopir taksi online tersebut bukan merupakan pelaku jambret seperti yang dituduhkan si sopir. Unggahan tersebut menyebutkan si sopir taksi online menuding dua orang pemotor itu sebagai pelaku jambret agar lolos dari jeratan hukum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan angkat bicara terkait unggahan tersebut. Dia menyebut pihaknya telah melakukan penyelidikan kasus itu sesuai prosedur. Dia membantah narasi yang beredar dari unggahan yang viral tersebut.

"Itu (pemotor) jambret. Kita ada CCTV-nya, itu jambret," kata Zulpan.

Polisi Kantongi Bukti CCTV

Polisi mengatakan kasus sopir taksi online yang menabrak pemotor yang diduga penjambret hingga tewas di Tebet, Jakarta Selatan, pada Oktober 2021 lalu sudah ditangani dengan profesional. Sejumlah bukti pun telah dikantongi penyidik sebelum mengambil kesimpulan dari kasus tersebut.

Salah satu bukti yang dimiliki polisi adalah rekaman CCTV. Rekaman itu memuat adanya upaya penjambretan yang dilakukan pemotor kepada sopir taksi online.

"Jadi, terkait dengan hal tersebut, memang betul itu ada pidananya yang dilakukan oleh korban yang meninggal dunia. Ada bukti kejadian tersebut, ada saksi, kemudian juga ada rekaman CCTV yang dimiliki penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/1).

Zulpan menegaskan kasus yang terjadi 3 bulan lalu itu memenuhi unsur pidana sesuai Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Ini tiga bulan yang lalu kasusnya, itu adalah penjambretan. Betul, itu sesuai dengan Pasal 363 KUHP," lanjutnya.

Polisi jelaskan penyidikan kasus ini telah dihentikan. Simak penjelasannya di halaman berikutnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT