Waket Komisi IX DPR Sebut Banyak Warga di DKI Tak Punya Kamar Isoman

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 13:03 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris saat meninjau vaksinasi booster di GKII Jembatan Dua, Pejagalan, Jakarta Utara pada Sabtu, 29 Januari 2022.
Foto: DPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengapresiasi imbauan Presiden Jokowi terhadap pasien COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan untuk isolasi mandiri (isoman) di tempat tinggal masing-masing. Meskipun demikian, ia tetap meminta pemerintah memperbanyak tempat isolasi terpusat menghadapi ancaman Omicron.

Hal ini disampaikannya saat meninjau vaksinasi booster di GKII Jembatan Dua, Pejagalan, Jakarta Utara hari ini.

"Kalau melihat di Jakarta, khususnya di dapil saya di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, banyak juga rumah-rumah warga yang tidak memiliki tempat bagi masyarakat untuk memisahkan diri, seperti melakukan isolasi di kamar gitu ya," kata Charles dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Charles pun melanjutkan, tempat isolasi terpusat, khususnya di DKI Jakarta membuat masyarakat yang terjangkit COVID-19 tidak perlu ke rumah sakit. Namun dengan adanya tempat isolasi terpusat membuat pasien tidak khawatir mengalami perburukan karena kondisi mereka akan dipantau terus oleh tenaga medis.

"Kalau tidak disiapkan lebih banyak tempat-tempat isolasi terpusat, saya khawatir dalam beberapa hari ke depan BOR (Bed Occupancy Rate) di Jakarta bisa mencapai 70-80 persen. Dan ini tentunya ini akan menghambat pemberian layanan kesehatan bagi masyarakat, bahkan bisa membuat sistem pelayanan kita menjadi lumpuh," ujarnya.

Menurutnya, untuk tempat isolasi terpusat, pemerintah bisa memanfaatkan sarana dan prasarana milik pemerintah seperti Gedung Olah Raga (GOR) dan hotel atau fasilitas wisma. Pemerintah juga bisa melibatkan pihak swasta untuk memperbanyak tempat isolasi terpusat ini.

"Saya sempat menyampaikan kepada Pak Menkes, kalau perlu swasta juga diizinkan saja untuk menyiapkan atau membuat tempat-tempat isolasi berbayar. Tidak sedikit kok masyarakat yang mau membayar untuk masuk ke tempat-tempat isolasi berbayar," tutur Charles.

"Sekali lagi, pemerintah harus menyiapkan lebih banyak lagi tempat-tempat isolasi terpusat, sehingga rumah sakit tidak menjadi lumpuh," tambahnya.

Di samping itu, Charles juga mengatakan pemerintah juga harus terus menggencarkan vaksinasi, baik yang primer atau booster. Terutama pada daerah-daerah yang memiliki penularan tinggi.

"Karena sekali lagi kita ketahui, Indonesia khususnya Jakarta, angka penularannya semakin tinggi, peningkatannya juga semakin cepat sehingga kita melihat perlunya penambahan perlindungan bagi masyarakat, yaitu melalui vaksinasi booster," pungkasnya.

(ncm/ega)