Polisi Imbau Warga Tak Sebar Hoax soal Korban Jambret 'Playing Victim'

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 10:12 WIB
Rekaman CCTV Jambret Pemotor di Tebet Oktober 2021
Rekaman CCTV jambret pemotor di Tebet Oktober 2021 (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta -

Polisi memastikan dua pemotor yang ditabrak hingga meninggal dunia oleh sopir taksi online di Tebet, Jakarta Selatan, pada Oktober 2021 adalah pelaku penjambretan. Hal itu mematahkan narasi yang sempat beredar di media sosial jika sopir taksi online melakukan playing victim atau seolah menjadi korban.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengimbau masyarakat bijak menyampaikan informasi di media sosial. Dia mengingatkan adanya aturan yang bisa menjerat para pelaku penyebar berita bohong.

"Kan kita negara hukum, jadi di negara kita ada ketentuan dan aturan. Menyebarkan berita bohong juga ada aturannya dan ketentuan. Jadi kita lihat nanti apakah ada pelanggaran atau dugaan yang terjadi atau tidak," kata Budhi kepada wartawan, Sabtu (29/1/2022).

Budhi mengatakan kasus yang terjadi Oktober 2021 itu telah ditangani secara profesional. Pihaknya pun memiliki alat bukti sebelum mengambil kesimpulan dari perkara tersebut.

Dari serangkaian alat bukti dan keterangan saksi, polisi menyimpulkan pemotor yang ditabrak hingga meninggal dunia oleh sopir taksi online memang pelaku penjambretan.

"Perkara itu ada dugaan tindak pidana yang sebagaimana dilaporkan, yaitu dugaan penjambretan yang diduga oleh dua orang (pemotor) tersebut. Didukung dua alat bukti yang dikantongi penyidik dan dari situ penyidik melakukan gelar perkara," katanya.

Lebih lanjut Budhi mengatakan perkara penjambretan itu akhirnya dihentikan penyidikannya oleh polisi. Pasalnya, dua terduga pelaku itu telah meninggal dunia.

"Karena yang diduga melakukan tindak pidana meninggal dunia maka sesuai dengan ketentuan UU harus kita lakukan hentikan penyidikan. Sehingga penghentian penyidikan yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan itu demi hukum karena tersangka meninggal dunia," ujar Budhi.

Viral di Media Sosial

Kejadian pada Selasa (26/10/2021) di Jl Dr Saharjo, Tebet, Jaksel, itu viral di media sosial. Saat itu, video memuat dua orang terkapar di jalan raya dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Dalam narasi video itu, disebutkan bahwa dua orang tersebut merupakan terduga pelaku penjambretan. Keduanya ditabrak oleh seorang sopir taksi online yang dicoba dijambret oleh dua orang tersebut.

Disebutkan, saat itu sopir taksi online sedang menunggu penumpangnya. Namun kedua pengemudi motor ini langsung datang dan merampas handphone milik sopir taksi online.

Aksi pengejaran kemudian terjadi. Sopir taksi online kemudian disebut menabrak dua pemotor itu hingga keduanya menghantam tiang listrik dan meninggal di lokasi.

Tiga bulan kasus itu berlalu, kini muncul postingan viral di media sosial. Sebuah akun Twitter menyebutkan bahwa si sopir taksi online ini cuma 'playing victim' dan yang ditabraknya bukan penjambret.

Postingan itu menyebutkan sopir taksi online menuding pemotor sebagai jambret agar terbebas dari jeratan hukum. Ada juga unggahan video ketika sopir taksi online meminta maaf kepada ayah pemotor itu.

"Inget berita viral ini ga? 3 bulan yg lalu, ojol (car) menabrak dua orang jambret? you have to know the facts. Ternyata yg ditabrak si Eko ini bukan jambret!!! Yes, si Eko yg mengaku korban playing victim, dia fitnah si pengendara yg udah meninggal," bunyi petikan unggahan viral di medsos, seperti dilihat, Jumat (28/1/2022).

Pernyataan serupa muncul di akun TikTok bernama @Radensurya939. Akun itu diduga sebagai ayah pemotor yang diduga jambret tersebut. detikcom telah mencoba menghubungi yang bersangkutan, namun tidak mendapatkan respons.

Polisi kantongi rekaman CCTV penjambretan pelaku. Simak di halaman berikutnya

Simak Video: Disebut Playing Victim, Driver Penabrak 2 Orang di Tebet Korban Jambret

[Gambas:Video 20detik]