PDIP Nilai JakPro Cek Formula E ke Saudi Buang Duit, Gerindra Nilai Sebaliknya

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 16:32 WIB
Komisi B DPRD DKI Jakarta meninjau lokasi Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta. Lahan ini ternyata dulunya merupakan rawa-rawa dan pembuangan lumpur hasil proyek.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

PDIP melontarkan kritik keras terkait kunjungan JakPro ke Diriyah, Arab Saudi, untuk mempelajari rangkaian ajang Formula E. Gerindra DKI justru mendukung langkah JakPro.

"Menurut informasi, kan mau lihat rumus cara memperhitungkan tiket. Menurut saya, bagus dan tepat lokus studi bandingnya. misal ada kritik 'diganti, dong, pakai teleconference, kan bisa'. Ya berbeda kalau tinjau langsung terjadi dialog yang intensif, berbeda," kata Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif, saat dihubungi, Jumat (28/1/2022).

Syarif menilai kunjungan JakPro ke Diriyah memiliki tujuan jelas, yaitu mempelajari segala persiapan ajang Formula E supaya sukses digelar di Jakarta. Maka, menurutnya, tak menghambur-hamburkan uang seperti tudingan PDIP.

"Kecuali kalau studi bandingnya nggak terkait dengan Formula E. Misal ke Saudi JakPro ninjau nggak ada kaitannya dengan Formula E, itu menurut saya kita nggak setuju dan kita anggap hamburkan uang," jelasnya.

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu memandang studi banding JakPro ke Diriyah dilakukan di waktu yang tepat, yakni setelah lokasi sirkuit ditetapkan. Bahkan Syarif meyakini agenda kunjungan itu paralel dengan persiapan lintasan Formula E.

"Kan mau ngapain studi banding urusan ticketing tapi capaian target sirkuitnya nggak jelas? Ini pertanda baik, dong. Kita melihatnya optimis ada pertanda baik, punya hubungan langsung antara studi banding dengan target capaian penyelesaian sirkuit itu," imbuhnya.

"Kalau misalnya studi banding ticketing sebelum adanya penentuan venue di Ancol, mungkin agak lucu juga, ya. Setelah pasti venue sekarang proses tender ulang, lalu secara paralel JakPro melakukan studi banding mencari contoh di negara lain. Itu pas banget menurut saya," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, PDIP melontarkan kritik keras kepada JakPro. PDIP menganggap kunjungan JakPro ke Diriyah berlebihan.

"Dalam kondisi pandemi COVID saat ini, berlebihan masih berangkat ke luar negeri hanya untuk membandingkan harga tiket penyelenggaraan Formula E di Arab Saudi," ujar anggota DPRD DKI F-PDIP, Gilbert Simanjuntak, dalam keterangannya, Jumat (28/1).

Gilbert menilai kemajuan Formula E Jakarta tidak jelas. Dia juga menilai kinerja JakPro akan tersita karena harus menjalani karantina dua pekan setibanya di RI.

"JakPro sendiri tidak akan untung dari penyelenggaraan balapan ini, dan pihak penyelenggara tidak ada menyuntik modal, sepenuhnya uang rakyat DKI. Menghamburkan uang berangkat ke Arab Saudi menjadi pertanyaan, sementara data tersebut dapat diperoleh lewat surat-menyurat resmi secara elektronik sebagai sesama penyelenggara balapan," paparnya.

Gilbert mengatakan informasi mengenai Formula E mudah didapat melalui akses internet. Dia menganggap seharusnya JakPro bisa melakukan studi banding terkait tiket penyelenggaraan ke Mandalika.

Direksi JakPro juga dinilai tidak memiliki sense of crisis. Bahkan, lanjut Gilbert, terkesan vulgar dan berlebihan.

"Uang PEN sebesar Rp 4,5 T yang dikucurkan ke JakPro bunga dan cicilannya dibayar oleh rakyat melalui pajak/APBD, sementara JakPro sebagai perusahaan pengguna uang tersebut tidak merasa harus membayar cicilan dan bunganya dan malah berangkat menghamburkan uang ke luar negeri. Penyelenggaraan Formula E dianjurkan studi kelayakan (feasibility study/FS) ulang oleh BPK dalam hasil auditnya 2021, karena akan merugi Rp 100 M, apalagi bila sekarang dilakukan FS ulang, akan lebih merugi lagi," ujarnya.

"Gubernur sebaiknya memiliki sense of crisis melihat kinerja Direksi JakPro, dan sepatutnya menunda penyelenggaraan Formula E yang jelas merugi dan semakin merugi dengan persiapan yang tidak baik sekarang," tambah Gilbert.

(taa/idn)