PDIP Kritik JakPro Terbang ke Saudi soal Formula E: Hamburkan Uang!

Indra Komara - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 10:43 WIB
Formula E
Foto: dok istimewa
Jakarta -

JakPro bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) studi banding ke Diriyah, Arab Saudi untuk mempelajari rangkaian ajang Formula E. PDIP lempar kritik keras.

"Dalam kondisi pandemi covid saat ini, berlebihan masih berangkat ke luar negeri hanya untuk membandingkan harga tiket penyelenggaraan Formula E di Arab Saudi," ujar anggota DPRD DKI F-PDIP, Gilbert Simanjuntak, dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).

Gilbert menilai kemajuan Formula E Jakarta tidak jelas kemajuannya. Dia juga menilai kinerja Jakpro akan tersita karena harus menjalani karantina dua pekan setibanya di RI.

"Jakpro sendiri tidak akan untung dari penyenggaraan balapan ini, dan pihak penyelenggara tidak ada menyuntik modal, sepenuhnya uang rakyat DKI. Menghamburkan uang berangkat ke Arab Saudi menjadi pertanyaan, sementara data tersebut dapat diperoleh lewat surat menyurat resmi secara elektronik sebagai sesama penyelenggara balapan," paparnya.

Gilbert mengatakan informasi mengenai Formula E mudah didapat melalui akses internet. Dia menganggap seharusnya Jakpro bisa melakukan studi banding terkait tiket penyelenggaraan ke Mandalika.

"Harga tiket di Arab Saudi pasti jauh lebih mahal dari Jakarta untuk kelas tiket yang sama, sehingga tidak ada gunanya ke sana. Pilihan Gubernur mengganti Direksi Jakpro yang lama sekarang terkesan bukan keputusan yang tepat," kata dia.

Direksi Jakpro juga dinilanya tidak memiliki sense of crisis. Bahkan, lanjut Gilbert, terkesan vulgar dan berlebihan.

"Uang PEN sebesar Rp 4,5 T yang dikucurkan ke Jakpro bunga dan cicilannya dibayar oleh rakyat melalui pajak/APBD, sementara Jakpro sebagai perusahaan pengguna uang tersebut tidak merasa harus membayar cicilan dan bunganya dan malah berangkat menghamburkan uang ke luar negeri. Penyelenggaraan Formula E dianjurkan studi kelayakan (feasibility study/FS) ulang oleh BPK dalam hasil auditnya 2021, karena akan merugi Rp 100 M, apalagi bila sekarang dilakukan FS ulang, akan lebih merugi lagi," ujarnya.

"Gubernur sebaiknya memiliki sense of crisis melihat kinerja DIreksi Jakpro, dan sepatutnya menunda penyelenggaraan Formula E yang jelas merugi dan semakin merugi dengan persiapan yang tidak baik sekarang," tambah Gilbert.

Direktur Utama JakPro Widi Amanasto mengatakan panitia mempelajari seluruh perencanaan Formula E, dari mulai pre-event hingga hari-H balapan. Melalui studi banding ini, Widi berharap panitia dapat melakukan penyesuaian dengan kearifan lokal di Indonesia.

"Iya, intinya adalah panitia harus persiapannya gimana, pre-event-nya seperti apa, penanganan marshall seperti apa," jelasnya.

Widi juga membeberkan alasan mengapa Diriyah dipilih sebagai lokasi studi banding Formula E. Hal ini dikarenakan Diriyah menjadi kota pertama di dunia yang menggelar balapan Formula E di tahun ini.

Di samping itu, JakPro hendak mempelajari pengelolaan sponsor serta mencari referensi harga tiket hingga hari-H balapan.

"Disesuaikan dengan local wisdom seperti apa pre-event-nya, kira-kira begitu. Tapi saya juga tunggu laporan dari tim IMI yang ke sana," katanya.

Simak juga Video: Balas-membalas Anies Vs Giring Kian Memanas

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)