Gubsu Curhat 3 Tahun Belum Bisa Urus Infrastruktur Gegara Bayar Utang-Pandemi

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 16:21 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Afrah/detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Afrah/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi curhat soal kendala yang dihadapinya terkait perbaikan infrastruktur di Sumut. Edy mengatakan kendala utamanya adalah keuangan yang tak cukup.

Hal itu disampaikan Edy dalam acara silaturahmi di rumah dinas Gubsu, Medan. Edy menyebut di awal menjabat dia harus membayar utang yang ada hingga mempengaruhi anggaran Pemprov Sumut.

"Visi saya yang keempat adalah infrastruktur. Visi dan misi. Sudah tiga tahun saya menjadi gubernur, infrastruktur tidak terjamah sama sekali. 2019 saya harus membayar utang, utang Rp 1,7 triliun," kata Edy Rahmayadi dalam acara tersebut, Jumat (28/1/2022).

Setelah utang lunas, Edy mengatakan, pandemi virus Corona muncul. Edy menyebut pandemi Corona sejak 2020 membuat banyak anggaran harus dialihkan.

"Masuk 2020 datang tamu yang tak diundang. Refocusing," ujarnya.

Dia mengatakan Pemprov Sumut bakal mengatasi ketertinggalan di sektor infrastruktur pada tahun ini. Ada anggaran Rp 2,7 triliun untuk pembangunan jalan di Sumut.

"Tapi kita tak boleh menyerah, 2022 ini kita harus bergerak. Yang ingin saya sampaikan, saya ngejar ini," tuturnya.

Edy kemudian menyinggung soal warga Liang Melas Datas, Karo, yang mengirimkan satu truk jeruk ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta perbaikan jalan. Edy menyebut hal ini terjadi karena Pemkab Karo dan Pemprov Sumut tidak memiliki uang untuk perbaikan jalan itu.

"Menghadap bupatinya, tak punya uang, menghadap gubernur, sama. Akhirnya datang ke Istana," jelasnya.

(afb/haf)