90 Sekolah DKI Tutup Imbas COVID-19, Anies Didesak Setop PTM 100%

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 13:46 WIB
Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen telah digelar di Jakarta sejak Senin (3/1/2021). PTM pun masih berjalan meski Jakarta kini menerapkan PPKM level 2.
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 90 sekolah di DKI Jakarta setop pembelajaran tatap muka (PTM) karena ditemukan kasus COVID-19. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, didesak menghentikan skema PTM 100% demi keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

"Kami memohon agar Pak Anies mengembalikan kepada skema PTM Terbatas 50%," kata Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).

Dia mengatakan PTM terbatas 50% dapat digelar dengan metode belajar Blended Learning, yakni sebagian siswa belajar dari rumah, dan sebagian dari sekolah. Menurutnya, metode ini cukup efektif mencegah learning loss sekaligus life loss.

Menurutnya guru-guru dan siswa di DKI Jakarta sudah berpengalaman menggunakan skema PTM T 50%. Para guru dan siswa rata-rata sudah memiliki gawai pintar bahkan laptop/komputer, sinyal internet bagus, relatif tak ada kendala dari aspek infrastruktur digital.

Tentu dengan catatan, ada pendampingan orang tua dari rumah selama anak PJJ. P2G berharap Pemprov DKI Jakarta tak meremehkan kondisi ini dan tidak menunggu gelombang ketiga kasus COVID-19 memuncak.

"Di sekolah kita pernah belajar peribahasa 'Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna'," kata dia.

P2G juga menilai PTM 100% di saat kasus COVID-19 melonjak menimbulkan kecemasan dari para guru, orang tua, dan siswa.

"P2G meyakini, sebenarnya yang tutup lebih dari 90 sekolah, sebab ada orang tua yang belum lapor ke sekolah dan Disdik," ujar Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri.

P2G menyoroti selama sebulan, sekolah yang menghentikan PTM 100% terus bertambah.

"Kami meminta Dinas Kesehatan provinsi gencar melakukan swab PCR dan active case finding kepada sekolah, siswa, dan guru, untuk mendeteksi dan memitigasi kenaikan kasus," lanjut pria akrab disapa Ekim ini.

P2G juga mengungkap pelanggaran prokes yang dilakukan di sekolah saat digelarnya PTM 100%. Simak di halaman berikutnya.