Legislator Bakal Ngadu ke Kapolri soal Polisi Pemerkosa Mahasiswi

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 11:11 WIB
Habiburokhman Gerindra (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom).
Habiburokhman Gerindra (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman mengutuk aksi polisi memperkosa mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dia meminta agar pelaku disanksi kedinasan dan diproses hukum.

"Kita mengutuk keras. Saya minta pelakunya diproses secara kedinasan dan secara hukum," kata Habiburokhman kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Lebih lanjut Habiburokhman meminta penegak hukum tak gentar menangani kasus yang melibatkan polisi tersebut.

"Kejar, kalau lari, tembak kakinya," kata dia.

"Berlakukan seperti halnya orang-orang yang melakukan tindak pidana yang melarikan diri. Jangan takut ya penegak hukum di sana," ujarnya.

Waketum Gerindra itu memastikan kasus pemerkosaan tersebut menjadi atensi khusus pihaknya. Apabila penanganan hukum terhadap pelaku dinilai tak tegas, dia menyebut akan melaporkannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

"Ini atensi khusus saya. Minggu depan kami akan tanyakan ini. Kalau tidak tegas, kami akan protes kepada Kapolri," katanya.

Habiburokhman mendesak polisi pemerkosa mahasiswi tidak dilindungi. "Harus tegas. Saya pengin ini orang, kalau kuat bukti-buktinya, ditangkap, ditahan, diproses secara hukum. Jangan ada dilindungi dan dalam proses hukum, jangan ada keistimewaan," ujar dia.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat menggeruduk kantor Kejati Kalsel lantaran oknum polisi narkoba yang memperkosa mahasiswi, Bripka Bayu Tamtomo, hanya divonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Sabana Armojo Martosumito menemui massa.

"Sudah diberhentikan secara tidak hormat (PTDH) dan ia minta banding tetap kita tolak dan berhentikan secara tidak hormat," katanya saat menemui massa aksi.

Pada momen selanjutnya, Kombes Sabana mengaku dia sendiri akan menembak kepala Bripka Bayu jika ada aturan yang memperbolehkan. Hal itu ia sampaikan untuk menunjukkan pihaknya juga berpihak kepada korban.

"Bahkan, kalau ada UU (undang-undang)-nya boleh menembak, saya tembak kepalanya," katanya.

(fca/gbr)