Detik-detik Penyelamatan Wanita Hendak Bunuh Diri oleh Sopir TransJ

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 10:07 WIB
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.


Aksi heroik Khaerun menyelamatkan wanita yang hendak loncat dari flyover di Jakarta Barat, menuai banyak pujian. Sopir TransJakarta itu berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri korban.

Kejadian itu terekam video amatir warga dan viral di media sosial. Khaerun saat itu mengemudikan TransJakarta di Jembatan 3, Jakarta Barat pada Selasa (25/1) lalu.

Sopir Turun dari Bus

Mulanya, armada TransJakarta yang dikemudikan Khaerun melintasi Jembetan 3. Tiba-tiba, ia melihat ada seorang wanita yang berdiri di tepi jembatan.

Tanpa berpikir panjang, Khaerun menghentikan busnya. Ia turun dari bus dan mendekati wanita itu.

Khaerun sempat membujuk wanita itu agar mengurungkan niatnya. Ketika wanita itu lengah, Khaerun dengan sigap langsung merangkul korban dan membawanya menjauh dari tepian pagar jembatan.

Sopir Mendapat Apresiasi

Aksi penyelamatan itu hanya berlangsung singkat. PT Transportasi Jakarta pun memberikan apresiasi kepada Khaerun atas aksi heroiknya itu.

"Pramudi PPD 707 (rute Pluit-Pinang Ranti) telah menyelamatkan seorang wanita yang ingin bunuh diri di flyover sebelum Jembatan 3 arah Pinang Ranti," kata Plt Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta Angelina Betris.

Wanita yang diperkirakan berusia 20 tahun itu kemudian dibawa ke pospol terdekat. Betris sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Khaerun.

"PT TransJakarta seluruh insan Tije, mengucapkan terimakasih atas inisiatif baik yang dilakukan pengemudi. Transjakarta sangat mengapresiasi tindakannya menyelematkan nyawa, dan bisa menjadi contoh untuk insan Transjakarta yang lain," lanjut Betris.

(isa/mei)