Kadinkes: Hampir 90% Hasil WGS di DKI Positif Omicron

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 23:46 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.
Widyastuti (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta rutin memeriksa sampel kasus COVID-19 untuk mendeteksi mutasi virus berbahaya atau variant of concern (VOC). Ditemukan, hampir 90% hasil whole genome sequencing (WGS) positif varian Omicron.

"Hampir 80-90 persen hasil whole genome sequencing di DKI itu Omicron. Sisanya belum keluar hasilnya atau varian yang lain," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Meski begitu, Widyastuti menyampaikan gejala yang dialami pasien positif Omicron cenderung lebih ringan dibandingkan varian lain. Untuk itu, pasien Omicron bisa menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Seperti beberapa pemberitaan dan jurnal-jurnal yang ada bahwa kasus Omicron tidak seberat varian Delta. Sehingga atas regulasi yang baru dari Kemenkes untuk asimtomatis dan ringan bisa isolasi mandiri, sudah disiapkan telemedicine," jelasnya.

Dinkes DKI kemudian berbicara soal perkembangan kasus COVID-19 di Jakarta. Selain adanya lonjakan kasus, Dinkes DKI mengungkap adanya pergeseran rasio penularan COVID-19 dari awalnya didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri menjadi transmisi lokal.

"Sudah terjadi pergeseran yang awalnya rasio pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan yang memang lokal. Itu awalnya kan tingginya di PPLN-nya saat ini sudah rasionya terbalik, jadi sudah semakin banyak adalah lokal," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, DKI Jakarta mencatatkan total 2.404 kasus varian Omicron pada Kamis (27/1). Sementara itu, jumlah kasus aktif COVID-19 mencapai 16.330 mencakup pasien yang dirawat maupun isolasi.

"Perlu digarisbawahi bahwa 15.451 orang dari jumlah kasus aktif (90,9 persen) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri," papar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam siaran pers.

Penambahan kasus COVID-19 harian tercatat sebanyak 4.149 kasus sehingga total menjadi 891.148 dengan 94,5 persen atau 3.920 kasus merupakan transmisi lokal.

Terkait lonjakan kasus Omicron, DKI hingga saat ini mencatatkan total 2.404 kasus konfirmasi positif.

"Dari 2.404 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.309 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 1.095 lainnya adalah transmisi lokal," jelas Dwi.

(taa/lir)