Airlangga Puji Kampanye Dunia Kerja Inklusif Kemnaker di Presidensi G20

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 22:06 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Menteri Ketenagakerjaan atas terselenggaranya kampanye G20 bertajuk 'Melibatkan Penyandang Disabilitas untuk Inklusivitas' dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, pada 26-27 Januari 2022 di Jakarta.

Kegiatan ini merupakan kesepakatan para Menteri Ketenagakerjaan di Presidensi G20 Argentina 2018 lalu, untuk menciptakan kemitraan dan mendorong sistem ketenagakerjaan yang adil, inklusif dan berkelanjutan.

"Saya menyambut baik kegiatan hari ini yang didorong oleh keinginan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan pembangunan yang inklusif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).

Airlangga menjelaskan Presidensi G20 di Indonesia merupakan amanah sekaligus kepercayaan bagi Indonesia, untuk mendorong pembangunan dan pemulihan ekonomi yang lebih merata. Dia mengatakan kolaborasi dan semangat inklusivitas dalam bekerja sama di forum ini semakin mempertegas tema besar 'recover together, recover stronger'.

"Dalam hal ini, Indonesia menekankan pada inklusi, melibatkan semua pihak, termasuk penyandang disabilitas, karena memiliki hak kesetaraan, dari akses pendidikan, akses pasar tenaga kerja," ungkapnya.

Airlangga melanjutkan selama pandemi kelompok penyandang disabilitas, terutama perempuan dan anak, menjadi kelompok yang paling mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak. Kondisi ini pun diperburuk dengan berbagai kebijakan di beberapa sektor perusahaan yang harus beradaptasi dengan pandemi COVID-19.

"Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap mereka yang tinggal di negara berkembang karena 1 dari 5 perempuan memiliki kondisi disabilitas, dan 46 persen dari usia di atas 60 tahun memiliki disabilitas. Termasuk, 1 dari 10 anak merupakan anak yang memiliki kebutuhan khusus, dan 80 persen Penyandang Disabilitas tinggal di negara berkembang," paparnya.

UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas tegas mengatur bahwa penghormatan terhadap integritas Penyandang Disabilitas adalah hak hidup yang harus dihormati. Termasuk hak untuk memperoleh pekerjaan, kesehatan, dan hak politik, yang merupakan hak asasi sebagai manusia yang turut andil mewujudkan tujuan didirikannya bangsa ini.

Airlangga berharap diskusi pada kampanye G20 ini menjadi ajang menunjukkan kemampuan seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas.

"Kita berharap kebijakan nasional untuk memastikan hak hidup, hak sosial, hak politik bisa disalurkan dalam rangka kebijakan pembangunan yang inklusif dan non diskriminatif," pungkasnya.

(ncm/ega)