Presidensi G20 Dinilai Jadi Momentum Genjot Dunia Kerja yang Inklusif

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 20:47 WIB
Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Pemerintah Indonesia sangat serius meningkatkan inklusivitas ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. Keseriusan ini tercermin dari diangkatnya isu tersebut di ajang G20.

Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia mengatakan pada masa Presidensi G20 di bidang ketenagakerjaan, Indonesia mengusung salah satu isu prioritas yakni inclusive labour market and affirmative decent jobs for person with disabilities (pasar kerja yang inklusif dan afirmasi pekerjaan yang layak untuk penyandang disabilitas).

"Ini terobosan yang baik sekali, Indonesia membuktikan bahwa no one left behind, tidak ada satupun yang boleh tertinggal dalam setiap program pemerintah, swasta, dan seluruh sektor," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).

Melalui isu tersebut, Angkie menjelaskan Indonesia akan mendorong perhatian negara-negara G20 merumuskan kebijakan yang afirmasi dan inklusif terhadap kelompok disabilitas. Sehingga, mereka dapat berpartisipasi dalam pasar kerja dan bertahan menghadapi disrupsi digital serta dampak pandemi.

"Kerja sama internasional di G20 saat ini adalah momentum kita untuk berbenah. Artinya, momentum Presidensi G20 adalah framework kita untuk saling mem-benchmark antara Indonesia dan juga negara-negara G20, dapat saling belajar serta memperbanyak experience, sehingga dapat membentuk ekosistem yang tepat, sesuai kebutuhan disabilitas secara inklusif," ungkapnya.

Menurutnya, sisi yang harus diperhatikan dalam mewujudkan ketenagakerjaan yang inklusif adalah sisi hulu, yaitu peningkatan akses keterampilan bagi penyandang disabilitas. Selain penyesuaian akses keterampilan sesuai supply and demand, tenaga kerja juga harus disesuaikan berdasarkan keragaman dari masing-masing penyandang disabilitas.

"Karena penyandang disabilitas dengan ragam penyandang disabilitasnya memiliki kebutuhannya masing-masing. Maka dari itu, mudah-mudahan target 1% untuk swasta, 2% untuk BUMN dan pemerintah dapat segera terwujud," pungkas Angkie.

Lihat juga video 'Presidensi G20 Indonesia, Jokowi Fokus Pada 3 Hal Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)