Bertambah, Korban Tewas Bentrok di Maluku Jadi 3 Orang dan 4 Terluka

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 21:58 WIB
Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif (ANTARA/Kornelis Kaha)
Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif (ANTARA/Kornelis Kaha)
Maluku -

Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif mengatakan korban tewas akibat bentrokan warga di Pulau Haruku, Maluku Tengah, bertambah jadi 3 orang. Korban yang mengalami luka-luka juga bertambah.

"Untuk korban meninggal dunia kemarin 2, lalu bertambah. Jadi total 3," kata Lotharia kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Lotharia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai data korban tersebut. Sedangkan korban luka-luka bertambah satu orang.

"Luka-luka kemarin 3, hari ini terdata ada 4," jelasnya.

Diketahui, bentrokan itu terjadi pada Selasa (25/1) yang melibatkan warga Desa Ori dan Desa Kariu di Pulau Haruku, Maluku Tengah. Akibat bentrokan di Maluku Tengah, warga sipil tewas dan polisi terluka.

Polisi pun mengungkap penyebab bentrokan itu. Bentrokan dipicu selisih paham soal batas tanah desa.

"Warga meminta persoalan batas tanah yang menjadi sumber konflik segera bisa diselesaikan oleh pemerintah," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat kepada detikcom, Rabu (26/1).

Roem menuturkan raja negeri yang hadir dalam pertemuan adalah raja negeri Ori dan Pelauw. Kedua raja negeri sepakat menyudahi perselisihan.

"Tujuan kedatangan Pak Kapolda tentunya mencari solusi dan penyelesaian dari masukan tokoh-tokoh. Malam ini dari Ori dan Pelauw, besok kami akan bertemu dengan warga Kariu di pengungsian, untuk juga mendengar masukan mereka," jelas Roem.

"Yang hadir tadi sepakat untuk tidak memperpanjang masalah dan meminta Polri mengamankan. Bapak Kapolda berterima kasih, menyambut baik dan mengapresiasi sikap dari Desa Ori dan Pelauw," imbuh Roem.

(lir/idn)