Cerita Pedagang soal Dugaan Pungli di Pasar Lama Tangerang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 21:07 WIB
Suasana Pasar Lama, Kota Tangerang.
Suasana Pasar Lama, Kota Tangerang. (Foto: Detikcom)
Tangerang -

Pedagang Pasar Lama, Kota Tangerang, menceritakan soal dugaan pungli di kawasan tersebut. Sejumlah pedagang menuturkan pungli kerap terjadi hampir setiap hari.

Salah satu pedagang berinisial LD menuturkan dirinya kerap memberikan uang ke oknum yang meminta pungli demi keamanan. Dia mengatakan oknum yang melakukan penarikan uang ini tidak memakai seragam.

"Iya benar emang pungli. Cuma kan kita demi keamanan aja. Nggak mahal sih. Kadang kalau satu orang cuma Rp 2.000 per hari," katanya kepada wartawan, di lokasi, Kamis (27/1/2022).

"Setornya ke mana, atau apa, nggak tahu. Pakaiannya (yang ngambil duit) biasa aja, kayak kita gini," tambahnya.

Sementara itu, pedagang lainnya, CL, menyebut oknum yang menarik pungli kerap datang ke pedagang pukul 18.00 WIB. Menurutnya, oknum yang memintakan pungli ini bukan dari pihak pemerintah.

"Ada tiap hari nanti banyak ini biasanya pukul 18.00 WIB. Bukan, bukan pemerintah warga sekitar aja seperti preman-preman sini kalau hari biasa Rp 2.000 kalau malam Minggu Rp 5.000. Kan sudah tau semua, kenal sama saya lama dagang di sini," ungkapnya.

Menurutnya, pungutan itu masih berlangsung hingga hari ini. CL juga tidak mengetahui uang yang dimintakan itu untuk apa.

"Masih. Aduh nggak tahu dah itu. Uang keamanan masuk juga buat pribadi juga iya," jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menuturkan sudah membentuk tim hukum untuk mengusut tindakan pungli tersebut. Menurutnya, pengelolaan Pasar Lama ini harus ditata, terutama untuk aspek retribusinya.

"Nunggu Perwal aja. Udah ada timnya bagian hukum. Sekarang lagi dikaji sama teman-teman kemarin kan dapat laporan dari masyarakat kaitan pungli. Ya ditata. Kaitan retribusi, retribusinya harus siapa yang mengelola, harus masuk dengan jelas. Jangan sampai ada oknum-oknum. Jadi tidak ada lagi pungli-pungli yang membebani masyarakat," ujar Arief dari keterangan yang diterima wartawan.

Lihat juga video 'Heboh Tarif Parkir Bus di Kawasan Maliboro Yogya Rp 350 Ribu':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)