Profil Bupati Koltim: Baru 3 Bulan Menjabat, Terjerat 2 Kasus Suap

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 17:49 WIB
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring OTT KPK bersama 5 orang lain (Instagram @ andi_merya_nur)
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring OTT KPK bersama 5 orang lain (Instagram @ andi_merya_nur)
Jakarta -

KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur (Kotim) Andi Merya Nur sebagai tersangka perkara suap terkait pengajuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Andi Merya terjerat dua kasus suap sekaligus.

Andi Merya diketahui menjabat resmi sebagai Bupati Koltim pada Juni 2021. Dicek dari situs resmi Pemprov Sultra, pelantikan Andi Merya sebagai bupati dilakukan pada 14 Juni 2021.

Gubernur Sultra Ali Mazi langsung yang melantik Andi Merya sebagai Bupati Koltim masa jabatan 2021-2026 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.74-1220 Tahun 2021 pada 2 Juni 2021. Andi Merya sebelumnya adalah Wakil Bupati Koltim 2021-2026.

Bupati sebelumnya, yaitu Samsul Bahri Majid, berpulang karena serangan jantung pada Maret 2021. Padahal saat itu Samsul baru sekitar 21 hari menjabat bupati didampingi Andi Merya sebagai wakil bupati.

Andi Merya sebelumnya merupakan wakil bupati untuk periode 2016-2021. Sedangkan untuk dua periode sebelumnya, dia tercatat sebagai anggota DPRD Kolaka dan anggota DPRD Koltim.

Selain itu, dia diketahui pernah menjadi Ketua PAC PPP Kecamatan Ladongi, Sekretaris Fraksi PPP DPRD Kolaka, hingga menjadi Bendahara DPC PPP Kolaka Timur.

September 2021, ia terjaring OTT KPK terkait dana bantuan dari BNPB.