Pesepeda Tewas di Jl Pasar Minggu Jaksel, Diduga Korban Tabrak Lari

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 16:39 WIB
Meski CFD masih belum diberlakukan sejumlah warga tampak asyik bersepeda di kawasan Ibu Kota. Seperti apa potretnya?
Ilustrasi warga bersepeda (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Seorang pesepeda bernama Erry Wijaya meninggal dunia. Erry Wijaya diduga menjadi korban tabrak lari saat sedang gowes di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kabar meninggalnya korban ini diunggah akun Bike to Work (B2W). Dalam unggahannya, komunitas Bike to Work menyampaikan ucapan belasungkawa dan menyebut Erry Wijaya menjadi korban tabrak lari.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, sahabat pesepeda tercinta, Erry Wijaya. Wafat pagi hari ini Kamis, 27 Januari 2022, pukul 05.30 WIB dalam kecelakaan bersepeda (tabrak lari) di Jalan Raya Pasar Minggu," demikian bunyi keterangan Bike To Work seperti dilihat, Kamis (27/1/2022).

detikcom lalu menghubungi Ketua Advokasi Komunitas Bike To Work, Fahmi Saimima. Dia menyebut peristiwa nahas yang menimpa Erry Wijaya terjadi saat korban sedang bersepeda seorang diri.

"Sedang olahraga pagi ya, belum lama berangkat. Lokasi di Jalan Raya Pasar Minggu. Itu nggak jauh dari tempat tinggalnya, kayaknya baru jalan," kata Fahmi.

Fahmi menyebutkan peristiwa itu minim saksi. Dari informasi yang diterima pihaknya, baru ada satu orang saksi yang melihat korban sudah dalam keadaan kritis di lokasi setelah diduga menjadi korban tabrak lari.

"Infonya kan ada satu saksi melihat ya, pemulung, bilang langsung kritis habis ditabrak. Dilarikan ke RS tapi nggak selamat," jelas Fahmi.

Selain itu, Fahmi menyebut belum diketahui pasti kendaraan yang diduga menabrak korban. Saksi kunci yang berada di lokasi pun mengaku hanya melihat korban sudah dalam keadaan kritis.

"Justru kita nggak dapat (informasi terduga pelaku) karena memang minim saksi. Jadi si pemulung ini nggak ngeh karena sudah kejadian baru lihat. Betul-betul kita nggak bisa judge gimana," ujar Fahmi.

Meski minim saksi, Fahmi berharap, ada langkah hukum yang diambil pihak kepolisian. Polisi diminta mengusut kasus tersebut.

"Semoga ada titik terang, ada CCTV atau langkah hukum dari kepolisian ya. Karena sejauh ini polisi baru tahu saat korban sudah di rumah sakit," tutur Fahmi.

Dihubungi terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit mengatakan sejauh ini belum menerima laporan terkait dugaan kasus tabrak lari tersebut. Polisi masih akan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Di kita belum ada laporan. Nanti kita cross-check lagi ke tempat perkara," ujar Sigit.

(ygs/mea)