Tawa Prabowo Pecah Ditanya soal Pilpres

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 13:03 WIB
Jakarta -

Gerindra sepakat mendorong Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai di Pilpres 2024. Pertanyaannya, apakah Ketua Umum Partai Gerindra itu mau maju lagi?

Hal ini sempat ditanyakan kepada Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1/2022), setelah Prabowo rapat kerja bersama Komisi I DPR. Prabowo ditanya mengenai pilpres serta kapan akan menggelar deklarasi. Namun Prabowo tidak menjawab. Reaksi Prabowo di luar dugaan.

"Ha-ha-ha...," kata Prabowo tertawa lepas.

Prabowo kemudian beranjak dari gedung DPR bersama rombongannya.

Untuk diketahui, Prabowo menghadiri rapat bersama Komisi I DPR untuk meminta persetujuan penghapusan eks KRI Teluk Penyu 513 dan KRI Teluk Mandar 514. Rencana itu sudah disetujui.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid membacakan persetujuan penjualan tersebut. Untuk diketahui, semua fraksi di Komisi I DPR telah memberikan pandangan dan menyepakati penjualan itu.

"Setelah mendengarkan penjelasan Menhan, Menkeu, KSAL, komisi I DPR RI memutuskan menyetujui usulan penjualan kapal eks KRI Teluk Bandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 pada Kementerian Pertahanan sesuai dengan surpres nomor R sekian sekian, perihal permohonan persetujuan penjualan barang milik negara berupa kapal eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI 513 pada Kementerian Pertahanan dan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Meutya membacakan keputusan rapat.

Prabowo lantas menyambut baik persetujuan Komisi I DPR. Dia mengaku senang mendapatkan dukungan politik dari DPR terkait penjualan kapal.

"Kami merasa benar-benar dukungan politik yang sangat luar biasa. Kemudian kami juga harus melaporkan bahwa Menkeu dan Kemenkeu juga telah membantu dan telah mendukung rencana ini. Jadi memang kita harus akui bahwa Menkeu kita sangat prudent, sangat hati-hati," kata dia.

"Jadi memang kadang-kadang perjuangan sama keuangan cukup alot. Tapi saya kira itu tugas mereka. Kalau mereka tidak alot ya mungkin management keuangan kita tidak seperti sekarang," ujar Prabowo.

(eva/gbr)