Aktivis 98 Tolak Ampuni Soeharto
Rabu, 10 Mei 2006 07:51 WIB
Jakarta - Berbagai kalangan beramai-ramai menyerukan pengampunan dan penghentian proses hukum terhadap Soeharto. Aktivis 98 yang tergabung dalam Gerakan Kaum Muda (GKM) menolak penghentian proses hukum tersebut. Bagi GKM, proses hukum tetap harus dilanjutkan, meskipun tidak ada penjatuhan sanksi terhadap Soeharto."Ada 2 hal yang mau kita pisahkan, yaitu kejahatan dan sanksi atas kejahatan itu. Sanksi itu tidak harus dilaksanakan, tetapi hukum atas kejahatannya yang harus dilaksanakan. Kan ada mekanisme pemeriksaan buat orang sakit," ujar Koordinator GKM Ray Rangkuti dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (10/5/2006).Bagi Ray, alasan kemanusiaan yang selama ini dikemukakan untuk menghentikan proses hukum terhadap Soeharto tidak rasional. Pengampunan terhadap Soeharto dengan alasan kemanusiaan sama saja dengan menyakiti perasaan masyarakat yang menjadi korban pada saat Soeharto berkuasa."Dasar pengampunannya apa, dan yang mau diampuni apa. Wong dia tidak pernah dinyatakan bersalah. Kalau kita memberi maaf terhadap Soeharto, berarti kita menyakiti dan melupakan perasaan korban-korban Soeharto. Apakah para pimpinan negara ini berpikir kesana," tutur dia.Menanggapi wacana pencabutan Ketetapan MPR No XI/1998 yang mengamanatkan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), termasuk kepada Soeharto, Ray menolaknya. Mencabut ketetapan tersebut sama saja dengan melakukan kesewenang-wenangan terhadap bangsa ini."Kita elemen muda menolak keras itu. Kalau bangsa ini tiba-tiba tidak jelas dengan mencabut ketetapan tersebut, maka elit telah berkhianat," tandasnya.Ray juga menolak anggapan Soeharto telah berjasa besar dalam membangun negeri ini. Dalam pandangannya, yang terjadi adalah sebaliknya. Soeharto dinilai telah membalik peradaban Indonesia seperti pada masa penjajahan."Atas kejahatan politik beliau selama 32 tahun sampai peradaban kita mengalami titik balik dan titik nadir dalam sejarah. Jelas sistem politik kita bobrok karena dia. Ekonomi dan kebudayaan kita juga terpuruk," terang dia.Ray berjanji akan mengorganisir rekan-rekannya sesama aktivis jika penghentian proses hukum terhadap Soeharto benar-benar terjadi."Saya akan mengorganisir kawan-kawan muda untuk menolak ini, jika mereka berpaling demi alasan kemanusiaan," demikian Ray.
(mar/)











































