Siswa SD di Deli Serdang Meninggal Usai Divaksin, Dinkes Beri Penjelasan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 09:45 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi Meninggal Dunia (Thinkstock)
Deli Serdang -

Seorang siswa SD di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), berinisial R (9), meninggal dunia usai mengikuti vaksinasi. Siswa itu meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Nenek korban, Sorta Pandiangan, mengatakan peristiwa bermula saat R mengeluhkan tidak enak badan setelah divaksinasi pada 19 Januari 2022. Sorta menyebut R langsung beristirahat setelah divaksinasi.

"Tanggal 19 pulang lah dia ke rumah, golek lah dia," kata Sorta kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Sorta mengatakan saat itu dia mempertanyakan apakah korban sedang sakit. Namun korban tidak memberikan penjelasan.

Ibu korban, Sarma Simbolon, mengatakan dia mendapat informasi saat itu anaknya sakit. Lalu, dia meminta agar anaknya itu dibawa ke rumah sakit.

Sarma mengatakan R akhirnya dibawa ke klinik pada 20 Januari 2022. Saat itu, korban dalam keadaan demam dan kejang.

"Sakitnya kejang-kejang, perutnya keras, kakinya jalan kek (seperti) kangkang gitu," ucap Sarma.

Karena kondisi tidak kunjung membaik, R kemudian dibawa ke rumah sakit. Selama tiga hari dirawat, keluarga kemudian membawa R pulang.

Setelah pulang, kondisi R tidak kunjung membaik. Korban kemudian kembali dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia pada 26 Januari 2022.

Penjelasan Dinkes Deli Serdang

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Deli Serdang, Ade Budi Krista, mengatakan R memang mengikuti vaksinasi pada 19 Januari 2022. Menurut Ade, dari keterangan rumah sakit yang merawat R, korban dinyatakan tetanus.

"Berdasarkan hasil surveilans dan investigasi dinkes dapat kami sampaikan bahwa anak atas nama R meninggal dunia karena penyakit tetanus, dan tidak ada hubungannya dengan vaksinasi," ucap Ade.

Ade mengatakan penyakit yang diderita R ini diketahui dari resume dokter yang sempat merawatnya. Dari gejala yang terlihat, R dinyatakan tetanus.

"Hal ini disimpulkan dari resume medis dan adanya pemeriksaan oleh dokter spesialis anak yang kompeten dan keterangan dari beberapa RS tempat almarhum pernah dirawat. Gejala-gejalanya jelas karena ada trismus dan opistotonus yang menunjukkan itu tetanus," ujarnya.

"Dan tetanus itu masa inkubasinya lebih dari dua minggu. Artinya, secara analisa medis almarhum sudah terpapar bakteri tetani pada saat divaksin. Dan gejala timbul sesudah divaksin," imbuhnya.

Simak juga Video: Pernyataan Berbeda Dokter di Medan yang Viral Suntik Vaksin Kosong

[Gambas:Video 20detik]



(afb/fas)