Wartawan di Jakpus Ketipu Beli Laptop Via Medsos, Duit Rp 11 Juta Raib

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 19:39 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Seorang wartawan media cetak bernama Sahrul Yunizar menjadi korban penipuan di media sosial. Korban kehilangan uang Rp 11.200.000 setelah transaksi jual-beli laptop di Facebook.

Sahrul menjelaskan awalnya ia melihat-lihat laptop di Facebook. Kemudian ia merasa cocok hingga kemudian bertukar nomor telepon dengan pelaku yang memposting iklan tersebut.

"Saya udah cocok kan sama barangnya, terus saya komentar dan dia kasih saya nomor. Saya langsung hubungi nomornya. Pas saling kontak, pelaku bilang dirinya diwakili oleh adiknya. Dia bilang, kalau ketemu sama adiknya, nggak perlu bilang soal harga laptopnya, dengan alibi dia ngejual barang itu dengan harga murah karena butuh uang dan istrinya nggak tahu soal itu. Kalau cocok, disuruh langsung transfer ke si Dwi ini," ujar Sahrul saat dihubungi, Rabu (26/1/2022).

Karena tidak ingin kehilangan laptop incarannya, akhirnya Sahrul mentransfer pembelian laptop tersebut dengan membayar uang muka (down payment/DP) terlebih dahulu sebesar Rp 1 juta ke rekening Dwi.

"Pas saya sudah transfer uang DP ke dia, pelaku kasih saya kontak penjual yang sebenarnya, yang disebut sama si Dwi ini adiknya yang akan mewakili dia," katanya.

Sahrul mengatakan, setelah mendapat kontak si penjual yang asli, dia pun membuat janji hari ini Rabu (26/1) pukul 07.50 WIB di Starbucks Jl Sabang, Menteng, Jakarta Pusat.

"Tapi sebelum saya ketemu sama penjual sebenarnya, pelaku minta saya buat lunasi sisa uangnya sebesar Rp 10,2 juta, jadi total yang saya transfer ke pelaku ada Rp 11,2 juta," katanya.

Kemudian Sahrul akhirnya bertemu dengan penjual asli yang bernama Adhi Riyanto. Ketika dia memeriksa barangnya, dia merasa cocok.

"Pas saya mau ambil barangnya, si Adhi ini berdalih saya belum bayar. Saya bingung, terus saya jelasin kronologi pembayarannya gimana," katanya.

Sahrul pun bertanya kepada si penjual asli, ada hubungan apa antara Adhi dan Dwi. Ternyata penjual asli dan si pelaku tidak memiliki hubungan.

"Ke penjual, pelaku ngaku sebagai teman saya yang mau beli laptop, terus ke saya dia ngaku sebagai kakaknya penjual," katanya.

Akhirnya, keduanya pun sepakat untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat. Setelah dicek ternyata pelaku memiliki enam nomor telepon.

"Nomor saya ini diblokir sama dia. Lalu saya minta tolong teman saya untuk lacak nomor tersebut, ternyata ada di Samarinda," katanya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Meski pelaku berada di luar kota, dia mengatakan polisi tetap akan menyelidiki kasus tersebut.

"Kita upayakan, kita lidik dulu, kalaupun ke luar kota, nggak ada masalah, pasti kita kejar," katanya saat dihubungi.

Simak juga video 'Kurir Ojol Pencuri MacBook Rp 67 Juta Residivis, Terancam Bui 6 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)