Komnas HAM-Polda Sumut Sidak Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 17:58 WIB
Komnas HAM mengecek langsung kerangkeng manusia di rumah bupati Langkat
Komnas HAM mengecek langsung kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Langkat -

Polda Sumut bersama Komnas HAM mengecek langsung lokasi kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Mereka mengitari setiap titik yang ada di dalam ruangan tersebut.

Pantauan detikcom, Rabu (26/1/2022), tampak Kapolda Sumut Irjen Panca Putra bersama Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Choirul Anam, turun langsung mengecek lokasi kerangkeng yang berada di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat.

Mereka tampak masuk ke tempat itu sambil mengecek setiap benda yang ada di dalamnya. Tak hanya itu, mereka pun berbicara langsung dengan penjaga, warga binaan, serta juga beberapa warga lainnya.

Sementara itu, posisi bangunan kerangkeng itu sendiri tampak berada di tanah lapang di belakang rumah Terbit. Sesudah rumah, lalu ada tambak ikan dan setelah itu baru bangunan kerangkeng.

Bangunan itu kiri-kanan serta belakangnya tampak berbentuk beton. Sedangkan dari arah depan, terlihat jeruji besi menyerupai kerangkeng. Bangunan itu tampak memanjang, lalu dibelah menjadi dua blok.

Lantainya sendiri tampak keramik. Di dalamnya tampak besi panggung. Kemudian dilapisi tripleks dan tikar. Lalu ada kasur dan juga bantal-bantal.

Persoalan kerangkeng manusia ini berawal dari laporan yang diterima oleh Migrant CARE. Polisi kemudian mengungkap kerangkeng itu untuk tempat rehabilitasi narkoba.

"Kita pada waktu kemarin teman-teman dari KPK yang kita back-up, melakukan OTT. Kita melakukan penggeledahan pada saat itu datang ke rumah pribadi Bupati Langkat. Dan kita temukan betul ada tempat menyerupai kerangkeng yang berisi tiga-empat orang waktu itu," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Senin (24/1).

Panca mengaku sudah mendalami temuan tempat menyerupai kerangkeng itu kepada Terbit Rencana. Dari pengakuan Terbit, kerangkeng manusia itu sudah dioperasikan selama 10 tahun.

"Tapi sebenarnya dari pendataan kita, pendalaman kita bukan tiga empat orang itu, kita dalami itu masalah apa, kenapa ada kerangkeng dan ternyata hasil pendalaman kita memang itu tempat rehabilitasi yang dibuat oleh yang bersangkutan secara pribadi dan sudah berlangsung selama 10 tahun untuk merehabilitasi korban-korban narkoba, pengguna narkoba," tutur Panca.

Panca mengatakan kerangkeng yang disebut sebagai tempat rehabilitasi itu dikelola Terbit secara pribadi. Tempat itu juga tidak memiliki izin.

Simak Video 'Motif Bupati Langkat Bangun 'Kerangkeng Manusia' di Rumahnya':

[Gambas:Video 20detik]



(dhm/mud)