TK Kinderland School Jakbar Luruskan Kabar Sekolah Ditutup karena Kasus COVID

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 14:53 WIB
Sekolah
Ilustrasi Sekolah (Shutterstock)
Jakarta -

TK Kinderland School di Jakarta Barat masuk daftar 90 sekolah yang ditutup karena adanya kasus COVID-19. Pihak sekolah menepis dan memastikan sekolah tatap muka tetap berjalan.

Kepala Sekolah TK Kinderland School Jakarta Barat, Maria Sri Rahayu mengakui ada 1 orang guru yang positif COVID-19. Namun dia memastikan guru tersebut tak pernah datang ke sekolah sejak November 2021. Sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar tatap muka.

"Guru tersebut dari bulan November itu tak ada di tempat, jadi belum pernah bersentuhan dengan Kinderland sama sekali sejak November," kata Maria saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Maria menuturkan, guru tersebut terkonfirmasi positif COVID-19 selepas pulang dari Filipina. Bahkan Maria mengklaim pembukaan sekolah sudah atas rekomendasi dari Satgas COVID-19 dan puskesmas setempat.

"Di Januari datang (ke RI), langsung dikarantina pas hari ke berapa dia ternyata positif," jelasnya.

"Jadi belum pernah menginjak Kinderland sampai pembukaan tatap muka kami. Jadi sebelum buka sekolah pun saya sudah konsultasi ke pengawas, memang ada guru kami yang kena (COVID) setelah pulang ke Filipina dan belum datang ke sekolah sama sekali. Jadi sekolah kami (tetap) buka," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Sekolah yang ditutup akibat kasus COVID-19 kian bertambah. Setidaknya ada 120 siswa positif COVID-19 sehingga 90 sekolah ditutup sementara.

"Total jumlah sekolah yang ditemukan kasus positif 90 sekolah," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam keterangan tertulis, Rabu (26/1).

Merujuk pada daftar sekolah yang diberikan oleh Riza, sekolah yang ditutup tersebar di 5 wilayah Kota Jakarta, dari jenjang TK hingga SMA. Rinciannya, Jakarta Barat 9 sekolah, Jakarta Pusat 5 sekolah, Jakarta Selatan 31 sekolah, Jakarta Timur 42 sekolah, dan Jakarta Utara 3 sekolah.

"Kasus positif COVID-19 terdiri dari 120 siswa, 9 guru dan 6 tenaga pendidik," jelasnya.

(taa/eva)