Rasa Aneh Mayong Suryo Laksono Makamkan Sang Anak Maura Magnalia

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 14:24 WIB
Isak tangis iringi prosesi pemakaman putri sulung Nurul Arifin, Maura Magnalia Madyaratri.
Suasana pemakaman Maura Magnalia (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Karawang -

Suami Nurul Arifin, Mayong Suryo Laksono, berbicara tentang perasaan aneh yang dirasakannya saat menguburkan sang putri, Maura Magnalia Madyaratri. Mayong merasa aneh. Sebab, menurutnya, tidak semestinya orang tua menguburkan anaknya ke liang lahat.

"Memang aneh, tidak semestinya orang tua menguburkan anaknya, ini hal yang ironis, lebih pantas anak yang mengubur orang tuanya," kata Mayong saat pemakaman Maura di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/1/2022).

Namun apa daya. Mayong terpaksa melepas kepergian putrinya yang meninggal pada usia yang masih muda itu.

"Tapi kali ini entah, Maura memilih jalannya sendiri dan Tuhan mendahului kami semua pada usia 27 tahun 5 bulan, bahkan belum menginjak usia ke-28. Dengan segala macam keinginan dan ambisi yang belum tercapai. Namun setidaknya itu harus selesai di sini dan kami sebagai orang tua, Dimel sebagai adik, tidak bisa menghalang-halangi, jadi harus melepaskan, merelakan Maura pergi," tutur dia.

Mayong pun menyampaikan terima kasih kepada rekan dan semua orang yang ikut melepas kepergian Maura. Dia berdoa agar putrinya menemukan surganya.

"Sekali lagi terima kasih atas kesetiaan menantikan ini semua. Kita sama-sama akan mengikuti proses melepas kepergian anak pertama kami yang segera akan menemukan dunianya segera, akan menemukan surganya, segera akan bergaul bermain dengan malaikat-malaikat," tutur dia.

Maura Magnalia Meninggal karena Henti Jantung

Untuk diketahui, Maura Magnalia Madyaratri meninggal dunia kemarin. Maura ditemukan di meja makan dalam kondisi tubuhnya sudah dingin sekitar pukul 04.30 WIB.

Mayong menuturkan putrinya itu mengalami sudden cardiac arrest atau henti jantung mendadak. Maura sempat ditangani di rumah sakit.

"Dia kalau penyebab sakitnya kan henti jantung, terus tadi kami bawa ke rumah sakit pukul 05.00 WIB, dinyatakan meninggal 05.37 WIB. Jadi ada waktu 37 menit. Dari rumah sudah lemas dan dingin. Karena memang kondisinya lagi drop, dia tidak tidur, lagi ngurusi wisudanya bulan depan. Dia akan wisuda dari Sydney University. Dia baru selesai S2. Wisudanya masih belum tahu boleh atau tidak pergi Australia karena lagi lockdown," paparnya di rumah duka di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022).

Simak Video 'Nurul Arifin Antar Jenazah Putrinya ke Tempat Peristirahatan Terakhir':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)