Suara Bergetar Adik Maura Magnalia: Sediakan Waktu untuk Orang Terdekat

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 12:07 WIB
Jakarta -

Melkior Mirari Manusaktri, adik mendiang Maura Magnalia Madyaratri menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan kerabat yang sudah mendoakan sang kakak. Putra kedua dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin itu menyampaikan bahwa anak pertama dilahirkan untuk mengajari orang tuanya.

"Yang saya mau sampaikan hanya satu hal, anak pertama dari suatu pasangan orang tua, tidak hanya dilahirkan untuk menjalankan tugas keluarga, tidak hanya dilahirkan untuk menjadi manusia, tapi juga dilahirkan untuk mengajarkan orang tuanya," kata pria yang biasa disapa Dimel ini dengan suara bergetar di Perumahan Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (26/1/2021).

Dimel berpesan kepada seluruh kerabat dan keluarga yang hadir di misa penutupan peti Maura untuk menjaga keluarga masing-masing dengan sebaik-baiknya. Tak hanya itu, dia pun berpesan untuk selalu saling mendukung satu sama lain dengan sepenuh hati.

"Pesan saya kepada semua orang di sini, yang sudah berkeluarga yang akan berkeluarga yang memiliki kakak-adik ataupun yang jadi anak tunggal, jagalah keluarga sebaik-baiknya, sebisa-bisanya dan selalu mendukung satu dan yang lain dengan sepenuh hati," kata Dimel.

Dimel sambil mengusap air mata, menyebut satu hal yang tidak bisa dikendalikan di dunia ini adalah waktu. Untuk itu, dia berpesan kepada semua untuk selalu menyediakan waktu dengan orang-orang tercinta.

"Kemarin saya juga sempat mikir, kita bisa memiliki segala hal di dunia ini, tapi satu hal yang tidak bisa kita kendali, satu hal yang kita tidak bisa miliki adalah waktu, waktu di atas kendali kita semua dan ingatlah itu untuk selalu menyediakan waktu untuk orang-orang yang terdekat," ungkapnya.

Tangis Nurul Arifin pecah saat misa penutupan peti jenazah sang anak, Maura Magnalia Madyaratri. Nurul Arifin menangis sambil memeluk jenazah putri sulungnya itu.

Pantauan detikcom di lokasi, seluruh keluarga dan kerabat hadir dan duduk untuk mengikuti ibadah pemberkatan jenazah. Nurul Arifin, sang suami Mayong Suryo Laksono, dan putra Nurul, Dimel, tampak duduk di depan tempat pemberkatan.

Nurul Arifin tak kuasa menahan tangis saat melihat kembali jenazah putrinya. Nurul Arifin memeluk Maura sambil menangis tersedu-sedu.

Nurul Arifin tak mau beranjak dari peti Maura. Nurul Arifin menatap wajah jenazah Maura untuk terakhir kalinya.

Jenazah Maura kemudian diberangkatkan dari rumah duka ke San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, untuk dimakamkan. Iring-iringan keluarga dan kerabat tampak mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.

(whn/imk)