Harimau Kembali Serang Ternak Warga di Mukomuko Bengkulu

Hery Supandi - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 13:49 WIB
Ilustrasi harimau (Andhika-detikcom)
Ilustrasi harimau (Andhika/detikcom)
Mukomuko -

Warga Desa Lubuk Talang, Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, masih diresahkan oleh kehadiran harimau di permukiman mereka. Ternak warga kembali dimangsa oleh harimau yang berkeliaran.

Kepala BKSDA Bengkulu Donal Hutasoit melalui Kepala KPHK Seblat Asep M Nasir mengaku mendapatkan laporan dari Kepala Desa Lubuk Talang akan terjadinya konflik harimau yang mengganggu dan memangsa hewan ternak warga.

"Kejadian pukul 3 dini hari, ternak warga dimangsa harimau," kata Asep saat dihubungi, Rabu (26/1/2022).

Asep menjelaskan, beberapa hari yang lalu, tim kolaborasi dari Balai KSDA Bengkulu, PHS, dan LSM Lingkar Institute telah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Pihaknya juga telah melakukan penghalauan satwa yang dilindungi oleh undang-undang itu ke habitatnya.

"Lokasi konflik berbatasan langsung dengan kawasan HP Air Ipuh I dengan jarak tidak jauh antara 500 meter dan 1 kilometer," jelas Asep.

Asep mengungkapkan ada beberapa kemungkinan mengapa harimau keluar dari habitatnya. Pertama, banyak gangguan dalam kawasan, akibat terdegradasinya kawasan hutan imbas perambahan, ilegal logging.

Selain itu, berkurangnya sumber pakan berupa babi hutan di habitat harimau. Sebagai informasi, beberapa bulan ini telah terjadi kematian babi hutan secara massal akibat virus.

"Langkah selanjutnya tim sudah melaporkan kejadian ini ke pimpinan kami di kantor Balai KSDA Bengkulu, karena kita sudah lakukan beberapa kegiatan di sana, yaitu penghalauan satwa liar tersebut," kata Asep.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lingkar Institute Indonesia Iswadi mengatakan intensitas konflik harimau di UPT Lapindo sudah sangat tinggi. Karena itu, demi keselamatan harimau, ternak, maupun warga, satwa tersebut harus dievakuasi.

"Evakuasi harusnya dilakukan secepat mungkin mengingat tim juga sudah dua kali ke lapangan dan juga sudah pernah melakukan pengusiran terhadap harimau tetapi harimau masih tetap berada di wilayah konflik," papar Iswadi saat dimintai konfirmasi (26/1/2022).

Iswadi juga mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri jika menemukan harimau di permukimannya. Apalagi jika tindakan itu nantinya merugikan harimau, yang merupakan satwa di lindungi yang keberadaannya terancam punah.

(mae/mae)