Harimau Masuk Permukiman Warga di Mukomuko Bengkulu, 5 Sapi Dimangsa

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 13:33 WIB
Harimau mangsa ternak warga Mukomuko Bengkulu (Foto: Istimewa)
Jejak harimau yang memangsa ternak warga Mukomuko Bengkulu (Foto: Istimewa)
Mukomuko -

Warga Desa Lubuk Talang, Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Lapindo, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dihebohkan dengan kemunculan kawanan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). Sudah dua bulan, kawanan Harimau Sumatera disebut berulang kali memangsa ternak milik warga.

Kordinator proyek Konsorsium Bentang Alam Seblat, Iswadi, mengungkapkan harimau yang memangsa ternak warga ini lebih dari satu ekor. Karena itu, sebagai antisipasi agar harimau tidak kembali memangsa ternak, kawanan harimau ini digiring kembali masuk ke dalam habitatnya.

Iswadi melanjutkan, saat ini Konsorsium Bentang Alam Seblat untuk dukungan mitigasi Human-Tiger Conflicts di Desa Lubuk Talang UPT Trans Lapindo, saat ini telah berada di daerah konflik satwa bersama dengan Tim BKSDA dan PHS BBTNKS. Mereka membawa peralatan mitigasi konflik untuk mengusir harimau yang berkeliaran ke arah HPT Air Rami/HPt Air Ipuh.

"Dalam kurun waktu dua bulan saja ada tiga ternak warga yang mati dimangsa harimau, bahkan sebelumnya ada dua ekor ternak yang juga mati dan hingga saat ini tercatat lima ekor sapi milik warga yang jadi mangsa harimau," kata Iswadi saat dimintai konfirmasi, Jumat (14/01/2022).

Iswadi mengatakan, pendampingan masyarakat perlu dilakukan tidak hanya selama konflik terjadi, tapi juga pendampingan untuk sosialisasi pembuatan kandang ternak TPE (Tiger Proof Enclosure) dan bantuan penanaman tanaman pakan ternak.

Hal itu bertujuan agar ke depannya, ternak dan warga aman menghindari lokasi rawan konflik untuk penggembalaan ternak. Selain itu, agar harimau aman dari upaya pembunuhan dengan diracun bila terjadi konflik berulang di lokasi yang sama.

"Penangkapan dan relokasi diharapkan belum menjadi opsi untuk kasus ini mengingat harimau diduga lebih dari 1 individu dan masih dekat dengan kawasan hutan," jelas Iswadi.

Iswadi mengungkapkan, ada empat faktor yang menyebabkan harimau memangsa ternak warga, yakni karena faktor umur, harimau yang sudah tua akan memilih memangsa hewan yang lemah seperti halnya ternak. Kemudian karena sakit, karena habitatnya mulai terganggu dan mencari makanan keluar habitat dan yang terkakhir karena lagi musim perburuan, harimau dewasa melatih anak harimau belajar berburu.

Kronologis teror Harimau Sumatera:
1. Bulan Juli s/d September 2021, warga sering melihan kemunculan Harimau Sumatera lebih dari 1 ekor
2. Bulan September 2021, 3 ekor sapi milik Wiyono dimangsa Harimau Sumatera
3. 19 Desember 2021, 2 ekor sapi milik Suratmin dimangsa Harimau Sumatera
4. 24 Desember 2021, Wagiman melihat Harimau Sumatera saat panen Sawit, tidak jauh dari TKP sapi milik Suratmin dimangsa.
5. 11 Januari 2022, warga menemukan jejak Harimau Sumatera di jalan desa.

(mae/mae)