Jubir Luhut Respons Anggapan Ada Kepentingan Singapura di Balik MoU FIR

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 12:32 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Profesor Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, mengingatkan Indonesia akan kepentingan Singapura di balik perjanjian ruang udara. Juru bicara (jubir) Menteri Koordinator Maritim dan Investigasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi memastikan Indonesia telah siap dan mampu menyelenggarakan jasa pelayanan penerbangan di wilayah flight information region (FIR) yang telah disepakati.

"Merespons komentar Prof Hikmahanto Juwana, dapat saya sampaikan apakah pendelegasian pelayanan jasa penerbangan ke Singapura pada area tertentu di sekitar Changi pada ketinggian 0-37.000 kaki kepada otoritas penerbangan Singapura ini menunjukkan Indonesia tidak atau belum siap melayani jasa penerbangan di wilayah itu?," kata Jodi kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Rabu (26/1/2022).

Jodi menuturkan kerja sama tersebut tidak ada kaitannya dengan kemampuan Indonesia. Dia menyebut pendelegasian jasa penerbangan lebih kepada keamanan dan keselamatan penerbangan.

"Saya bisa jelaskan bahwa kerja sama ini tidak ada kaitannya dengan kemampuan Indonesia. Indonesia sangat siap dan mampu menyelenggarakan jasa pelayanan penerbangan di wilayah FIR yang batasnya telah disepakati. Sekali lagi pendelegasian pelayanan jasa penerbangan lebih terkait dengan keamanan dan keselamatan penerbangan," tuturnya.

Lebih lanjut Jodi menjelaskan, kerja sama itu dibuat untuk menjaga keselamatan dan efektivitas pelayanan penerbangan yang masuk dan keluar dari Changi Airport dan melalui FIR Indonesia. Melalui skema dalam perjanjian tersebut, Jodi mengatakan Indonesia menyerahkan wewenang pelayanan jasa penerbangan secara terbatas di zona dan ketinggian tertentu.

"Indonesia mendelegasikan pelayanan jasa penerbangan kepada Singapura untuk menjaga keselamatan dan efektifitas pelayanan penerbangan yang masuk dan keluar dari Changi Airport dan melalui FIR Indonesia. Melalui skema dalam perjanjian ini, Indonesia mendelegasikan pelayanan jasa penerbangan secara terbatas (di zona dan ketinggian tertentu kepada otoritas Singapura). Hal ini agar pengawas lalu lintas udara di Singapura, dapat mencegah fragmentasi dan mengkoordinasikan secara efektif lalu lintas pesawat udara yang akan terbang dari dan menuju Singapura di ketinggian tertentu," imbuhnya.

Baca berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Kesepakatan-kesepakatan RI-Singapura: FIR Sampai Ekstradisi

[Gambas:Video 20detik]