Tangis Nurul Arifin Pecah Saat Misa Penutupan Peti Maura Magnalia

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 11:07 WIB
Jakarta -

Tangis Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin pecah saat misa penutupan peti jenazah sang anak, Maura Magnalia Madyaratri. Nurul Arifin menangis sambil memeluk jenazah putri sulungnya itu.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (26/1/2022), seluruh keluarga dan kerabat hadir dan duduk untuk mengikuti ibadah pemberkatan jenazah. Nurul Arifin, sang suami Mayong Suryo Laksono, dan putra Nurul, Dimel, tampak duduk di depan tempat pemberkatan.

Nurul Arifin tak kuasa menahan tangis saat melihat kembali jenazah putrinya. Nurul Arifin memeluk Maura sambil menangis tersedu-sedu.

Nurul Arifin tak mau beranjak dari peti Maura. Nurul Arifin menatap wajah jenazah Maura untuk terakhir kalinya.

Jenazah Maura kemudian diberangkatkan dari rumah duka ke San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, untuk dimakamkan. Iring-iringan keluarga dan kerabat tampak mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.

Sebelumnya diketahui, Maura Magnalia Madyaratri meninggal dunia kemarin. Nurul Arifin mengungkap kronologinya.

"Tadi malam pukul 01.00 WIB itu masih ngobrol sama Mas Mayong (suami Nurul Arifin). Masih chat sama teman-temannya," ujar Nurul kepada wartawan di rumah dukanya di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022).

Nurul menuturkan, sekitar pukul 04.30 WIB, Maura ditemukan di meja makan dalam kondisi tubuhnya sudah dingin.

"Pembantu kami bangun, dia sudah tertidur di meja makan. Diangkat sudah dingin," paparnya.

Sementara itu, suami Nurul, Mayong Suryo Laksono, menuturkan putrinya itu mengalami sudden cardiac arrest atau henti jantung mendadak. Maura sempat ditangani di rumah sakit.

"Dia kalau penyebab sakitnya kan henti jantung, terus tadi kami bawa ke rumah sakit pukul 05.00 WIB, dinyatakan meninggal 05.37 WIB. Jadi ada waktu 37 menit. Dari rumah sudah lemas dan dingin. Karena memang kondisinya lagi drop, dia tidak tidur, lagi ngurusi wisudanya bulan depan. Dia akan wisuda dari Sydney University. Dia baru selesai S2. Wisudanya masih belum tahu boleh atau tidak pergi Australia karena lagi lockdown," paparnya.

(whn/eva)