Siasat Terbit di Balik Temuan Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 07:00 WIB
Kerangkeng tempat rehabilitasi narkoba di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana (Foto: Tangkapan layar video)
Kerangkeng tempat rehabilitasi narkoba di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana (Foto: Tangkapan layar video)
Jakarta -

Kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Anging terus ditelusuri polisi. Siasat Terbit pun perlahan terungkap di balik temuan kerangkeng itu.

Polisi mengatakan bahwa kerangkeng itu dibangun Terbit sekitar 2012 silam. Pembangunan atas inisiatif terbit sendiri.

"Setelah ditelusuri, dibangun sejak 2012 atas inisiatif Bupati Langkat," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Kerangkeng yang merupakan ide dari Terbit Rencana itu ternyata tak berizin. Kerangkeng itu juga tak terdaftar di dalam aturan perundang-undangan.

"Tidak berizin, tidak terdaftar sesuai dengan undang-undang," jelasnya.

Lalu untuk apa kerangkeng itu dibangun Terbit Rencana? Polisi pun mengungkap temuan sementara.

Dipekerjakan di Pabrik Terbit

Berdasarkan temuan awal polisi menyebut kerangkeng itu digunakan untuk rehabilitasi pengguna narkoba. Akan tetapi BNN telah menegaskan bahwa kerangkeng itu tak memenuhi persyaratan.

Polisi menyebut warga yang dikerangkeng di rumah Bupati Langkat itu dipekerjakan di pabrik sawit. Akan tetapi, mereka tidak diberi upah.

"Sebagian dipekerjakan di pabrik kelapa sawit milik Bupati Langkat. Mereka tidak diberi upah seperti pekerja," kata Ramadhan.

Ramadhan berkata, mereka dipekerjakan dengan tujuan memberi pembekalan jika sudah keluar dari kerangkeng manusia tersebut. Diketahui, jumlah warga penghuni kerangkeng tersebut semula ada 48 orang.

Namun, saat polisi mendatangi lokasi, jumlahnya tinggal 30 orang. Mereka semua kini sudah dipulangkan ke keluarga masing-masing.

"Dengan maksud membekali warga binaan keahlian yang berguna jika keluar tempat binaan. Jumlah warga binaan, yang semula berjumlah 48 orang kemudian hasil pengecekan tinggal 30 orang selebihnya sudah pulang," ungkap Ramadhan.

Simak Video 'Motif Bupati Langkat Bangun 'Kerangkeng Manusia' di Rumahnya':

[Gambas:Video 20detik]