Diduga Terima Uang Penyuap Bupati Muba, Kapolres OKU Timur Dicopot Kapolri

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 19:35 WIB
Ilustrasi Gedung Mabes Polri di Jakarta
Gedung Mabes Polri (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

AKBP Dalizon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Diduga AKBP Dalizon dicopot terkait kabar heboh dirinya menerima uang dari penyuap Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin.

Mutasi AKBP Dalizon tercantum dalam Surat Telegram (ST) bernomor ST/165/I/KEP/2022 bertanggal 24 Januari 2022. ST itu ditandatangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Wahyu Widada.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan mutasi terjadi dalam rangka peningkatan kinerja Polri.

"Ya betul, mutasi hal yang alamiah dalam rangka pembinaan karir, tour of duty and area, serta untuk meningkatkan perfoma kinerja organisasi," ujar Irjen Dedi saat dimintai konfirmasi, Selasa (25/1/2022).

AKBP Dalizon Diduga Terlibat Kasus Suap Bupati Muba

Polda Sumsel membenarkan AKBP Dalizon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur karena diduga terlibat dalam kasus suap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. Kasus itu terjadi pada 2020 saat AKBP Dalizon menjabat sebagai Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumsel.

"Informasi dari keterangan saksi di persidangan OTT Bupati Muba bahwa ada aliran dana yang diterima oleh oknum Polda (Polda Sumsel), perlu kami sampaikan bahwa itu benar adanya," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi, Senin (24/1).

"Jadi diperiksanya (AKBP Dalizon) terkait jabatannya yang lama ya, bukan jabatan Kapolres. Pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kasubdit Tipikor ya," imbuhnya.

Dia juga tidak menepis, selain AKBP Dalizon ada beberapa oknum Polda Sumsel yang juga turut diperiksa terkait kasus tersebut. Namun, Supriadi belum menjelaskan siapa saja oknum-oknum tersebut.

AKBP Dalizon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres OKU Timur pada Desember 2021 karena diduga melakukan pelanggaran dan dalam rangka diperiksa Propam Mabes Polri. Kini AKBP Dalizon ditahan Dittipidkor Bareskrim Polri.

"Info Kadiv (Propam) sudah dilimpahkan ke Bareskrim dan sudah diproses Dittipidkor. Dan saat ini (AKBP Dalizon) sudah ditahan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Sabtu (22/1).

AKBP Dalizon ditahan sejak Sabtu (8/1). Saat ini kasus dugaan korupsi yang menjerat Dalizon itu sudah di tahap pemberkasan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula dari keterangan saksi bernama Herman yang dihadirkan di sidang Bupati nonaktif Muba, Dodi Reza Alex Noerdin. Dia menerangkan uang suap pengerjaan empat proyek di Muba juga mengalir ke kepolisian sebesar Rp 2 miliar.

Uang suap yang bersumber dari Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy, itu disebut untuk pengamanan proyek Dinas PUPR Muba 2020 yang sempat bermasalah. Bahkan, menurut Herman, selain aliran dana ke Polda Sumsel, ada dana suap yang mengalir ke Polres Muba.

"Pada 2020 ada Rp 2 miliar dari Suhandy, ada pemintaan dari Polda Sumsel terkait menyelesaikan permasalahan pengamanan Dinas PUPR. Uangnya dari Eddy Umari, diserahkan ke Irfan, lalu diserahkan ke orang suruhan. Sumber yang dari Suhandy katanya untuk proyek berikutnya," kata Herman saat memberikan kesaksian dalam sidang, Kamis (20/1).

"Lalu ada juga untuk kebutuhan Polres Muba, katanya tolong dibantu. Ke Kasat Reskrim Rp 20 juta untuk support kebutuhan diberikan ke anak buah Kasat Reskrim. Belakangan baru diketahui uang itu dari Suhandy melalui Eddy Umari," tambah Herman.

Simak juga video 'Bupati Kolaka Timur Jalani Sidang Perdana Kasus Suap Infrastruktur':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/mae)