Eks Kapolres OKU Timur Terima Suap Bupati Muba saat Tugas di Polda Sumsel

Prima Syahbana - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 11:25 WIB
Polda Sumsel pastikan AKBP Dalizon terima suap bukan saat jadi kapolres OKU Timur
Polda Sumsel pastikan AKBP Dalizon terima suap bukan saat jadi kapolres OKU Timur (Foto: Prima Syahbana)
Palembang -

Polda Sumsel membenarkan AKBP Dalizon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada Desember 2021 karena diduga terlibat dalam kasus suap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. AKBP Dalizon ditahan Mabes Polri, atas jabatan di tahun 2020 sebagai Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumsel.

"Informasi dari keterangan saksi di persidangan OTT Bupati Muba bahwa ada aliran dana yang diterima oleh oknum Polda (Polda Sumsel), perlu kami sampaikan bahwa itu benar adanya," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi ditemui wartawan di Palembang, Senin (24/1/2022).

Supriadi menjelaskan, AKBP Dalizon diperiksa di Mabes Polri terkait jabatannya yang lama di tahun 2020, yakni sebagai Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sumsel.

"Jadi diperiksanya (AKBP Dalizon) terkait jabatannya yang lama ya, bukan jabatan Kapolres. Pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kasubdit Tipikor ya," katanya.

Dia juga tidak menepis, selain AKBP Dalizon ada beberapa oknum Polda Sumsel yang juga turut diperiksa, terkait kasus tersebut. Namun, Supriadi belum menjelaskan siapa saja oknum-oknum tersebut.

"Iya betul, jadi terkait kasus tersebut siapapun yang terlibat bahwa Bapak Kapolda berkomitmen akan memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Sedangkan untuk yang bersangkutan (AKBP Dalizon), saat ini sudah ditahan di Mabes Polri," jelas Supriadi.

Sebelumnya, AKBP Dalizon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada Desember 2021 karena diduga melakukan pelanggaran dan diperiksa Propam Mabes Polri. Kini AKBP Dalizon ditahan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri.

"Info Kadiv (Propam) sudah dilimpahkan ke Bareskrim dan sudah diproses Dittipidkor. Dan saat ini (AKBP Dalizon) sudah ditahan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/1/2022).

Dedi mengatakan AKBP Dalizon ditahan sejak Sabtu (8/1). Saat ini kasus dugaan korupsi yang menjerat Dalizon itu sudah di tahap pemberkasan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

"Berkas perkara sudah disusun untuk segera dilimpahkan ke JPU," ucapnya.

Kasus ini bermula dari keterangan saksi yang dihadirkan di sidang Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin, Herman. Dia menerangkan uang suap pengerjaan empat proyek di Muba juga mengalir ke kepolisian sebesar Rp 2 miliar.

Uang suap yang bersumber dari Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy, itu disebut untuk pengamanan proyek Dinas PUPR Muba 2020 yang sempat bermasalah. Bahkan, menurut Herman, selain aliran dana ke Polda Sumsel, ada dana suap yang mengalir ke Polres Muba.

"Pada 2020 ada Rp 2 miliar dari Suhandy, ada pemintaan dari Polda Sumsel terkait menyelesaikan permasalahan pengamanan Dinas PUPR. Uangnya dari Eddy Umari, diserahkan ke Irfan, lalu diserahkan ke orang suruhan. Sumber yang dari Suhandy katanya untuk proyek berikutnya," kata Herman ketika memberikan kesaksian dalam sidang, Kamis (20/1).

"Lalu ada juga untuk kebutuhan Polres Muba, katanya tolong dibantu. Ke Kasat Reskrim Rp 20 juta untuk support kebutuhan diberikan ke anak buah Kasat Reskrim. Belakangan baru diketahui uang itu dari Suhandy melalui Eddy Umari," tambah Herman.

Simak juga 'KPK Beberkan Konstruksi Perkara Bupati Musi Banyuasin Dodi Alex Noerdin':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)