Kombes Riko Dicopot, Ini Sosok Kapolrestabes Medan yang Baru

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 19:31 WIB
Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko (Antara)
Kombes Riko Sunarko dicopot dari Kapolrestabes Medan (Foto: dok. Antara)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (pati). Salah satunya pergantian Kapolrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Kombes Valentino Alfa Tatareda, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirlantas Polda Sumut, diangkat menjadi Kapolrestabes Medan. Kombes Valentino menggantikan Kombes Riko Sunarko yang dicopot.

Sementara itu, Kombes Riko dimutasikan sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Wabprof Divpropam Polri.

Dilihat detikcom, Selasa (25/1/2022), mutasi ini tercantum dalam Surat Telegram Nomor ST/165/I/KEP/2022 bertanggal 24 Januari 2022. ST tersebut ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Wahyu Widada.

"Ya betul, mutasi hal yang alamiah dalam rangka pembinaan karier, tour of duty and area, serta untuk meningkatkan performa kinerja organisasi," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Kombes Riko Diperiksa Propam

Sebagai informasi, Riko dicopot setelah adanya keterangan saksi Ricardo Siahaan dalam sidang kasus kepemilikan narkoba anggota Satreskoba Polrestabes Medan. Sejumlah pejabat kepolisian di Polrestabes Medan disebut menerima uang Rp 300 juta dari istri bandar narkoba.

Propam Mabes Polri pun turun tangan menyelidiki. Tak berlangsung lama, Rico kemudian dicopot dan ditarik ke Polda Sumut untuk pemeriksaan.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra menegaskan mantan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko tidak terbukti memerintahkan penggunaan sisa uang Rp 160 juta dari istri bandar narkoba.

Panca menyebut Kombes Riko tidak terbukti menerima suap berdasarkan hasil pendalaman tim gabungan Propam Polda Sumut dan Mabes Polri. Polisi memeriksa 12 saksi dalam prosesnya.

"Tim gabungan sudah memeriksa 12 orang saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan," ujar Panca dalam keterangan yang diterima dari Humas Polri, Sabtu (22/1).

Panca menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim, tidak ditemukan bukti bahwa Kombes Riko memerintahkan agar sisa uang Rp 160 juta digunakan untuk press release, membeli sepeda motor, serta untuk pengawasan dan pemeriksaan (wasrik).

"Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp 600 juta yang dilakukan oleh Ricardo Siahaan, dan tidak tahu ada penerimaan Rp 300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba, agar tidak ditahan," jelasnya.

Lihat juga video 'Viral Bandar Narkoba Tabrak Motor-Rumah di Tangerang Saat Kabur:

[Gambas:Video 20detik]



(mae/jbr)