Kasus Suntik Vaksin Kosong Ditarik ke Polda, Korban Jadi 2 Orang

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 18:45 WIB
Doctor vaccinating for a boy on blue background.
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/baona)
Medan -

Polda Sumatera Utara (Sumut) menarik proses pemeriksaan dugaan vaksin kosong yang disuntikkan ke siswa di Medan. Polisi pun menyebut sejauh ini sudah dua orang anak yang diduga menerima vaksin kosong.

"Proses penyidikannya sudah kita ditarik ke Polda Sumut agar lebih memudahkan birokrasi. Karena kita harus berkoordinasi dengan teman-teman dari IDI, Dinas Kesehatan, dan ini terus dilakukan oleh direktorat kriminal umum. Itu ada 13 saksi yang diperiksa," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Hadi mengatakan, dari hasil pengembangan yang dilakukan petugas, sudah ada dua orang anak yang diduga korban vaksin kosong.

"Jadi ada penambahan korban, jadi dari hasil pengembangan yang tadinya kita lakukan penyelidikan terhadap satu orang yang viral dari pengembangan kita itu ada dua. Jadi korbannya ada 1 yang sudah dilaporkan kemudian ada satu lagi anak-anak juga. Termasuk kedua orang tua korban juga sudah kita mintai keterangan," tambah Hadi.

Hadi menuturkan anak tersebut berasal dari sekolah yang sama. Hadi mengaku sejauh ini belum mengetahui motif dari peristiwa itu, namun dokter yang menyuntikkan itu telah menyampaikan permohonan maaf.

"Yang jelas dokter itu juga sudah menyampaikan permohonan maaf," ujar Hadi.

Hadi membeberkan 13 saksi yang diperiksa terdiri atas tenaga kesehatan, kemudian korban, ada juga dari pengawas.

"Karena kebetulan pengawas itu dari kita dari pihak kepolisian yang inisiatif oleh Polres Belawan kita minta keterangan," tambah Hadi.

Selain itu, Hadi menekankan proses penyelidikan dilakukan secara cermat. Pihaknya bakal tidak terburu-buru untuk menetapkan status tersangka.

"Proses penyelidikan ini dilakukan secara cermat teliti dan kita tidak terburu-buru untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka karena langkah yang dilakukan tentu harus mengaudit. Kapolda juga sudah memerintahkan kepala bidang kedokteran kesehatan bersama dinas kesehatan dan IDI untuk melakukan audit terkait jumlah vaksin yang disiapkan, kemudian capaian vaksin, target dan sisa vaksin pada hari itu," tambah Hadi.

Sebelumnya diberitakan, video yang menunjukkan vaksin kosong disuntikkan ke anak SD di Medan viral. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

"Sedang kita dalami," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dimintai konfirmasi.

Sementara itu, dokter G, yang melakukan suntikan vaksin kosong ke anak SD, meminta maaf. Dia mengaku khilaf atas peristiwa tersebut.

"Saya mohon maaf atas kesilapan yang saya buat ini," kata dokter G di Mapolres Belawan.

(dhm/dwia)