Kapolda Sumut: Dokter Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswa SD Medan Bisa Dipidana

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 11:35 WIB
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak Saat Konpers
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak saat konferensi pers (Arfah/detikcom)
Medan -

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menyampaikan ancaman sanksi yang bisa diberikan kepada dokter G, yang menyuntikkan vaksin kosong kepada siswa SD di Medan. Panca mengatakan dokter itu bisa dikenai sanksi pidana.

"Tadi saya sudah bicara dengan teman-teman IDI, selain kode etik profesi, pertanggungjawaban seorang dokter juga dimungkinkan menerapkan perkara pidananya," kata Panca di Mapolda Sumut, Jumat (21/1/2022) malam.

Panca mengatakan proses pidana kepada dokter itu sedang dilakukan oleh Polres Belawan. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini.

"Yang jelas, dokter yang bersangkutan dan perawatnya yang menyiapkan suntik vaksin itu dalam proses di Polres Belawan," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, Panca menyebut dokter G memang menyuntik kosong siswa SD. Hal itu dilihat dari ukuran kepala suntikan.

"Yang jelas, dari hasil pemeriksaan terhadap dokter dan berdasarkan masukan dan keterangan dari IDI, bahwa diduga penyuntikan itu tidak ada vaksin," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, video yang menunjukkan vaksin kosong disuntikkan ke anak SD di Medan viral. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan ada lima orang yang diperiksa dalam kasus ini. Lima orang itu adalah dokter yang melakukan vaksinasi, perawat, orang tua siswa, dan penginput data.

Sementara itu, dokter G, yang melakukan penyuntikan vaksin kosong ke anak SD, meminta maaf. Dia mengaku khilaf atas peristiwa tersebut.

"Saya mohon maaf atas kesilapan yang saya buat ini," kata dokter G di Mapolres Belawan.

Lihat Video: Kasus Siswa SD Medan Disuntik Vaksin Kosong, 5 Saksi Diperiksa Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(afb/zap)