Korlantas Sebut Truk ODOL Kejahatan Lalin: Tak Ada Toleransi, Kita Tilang!

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 18:44 WIB
Jakarta -

Korlantas Polri menegaskan bahwa truk yang kelebihan muatan atau overdimension dan overloading (ODOL) merupakan kejahatan lalu lintas (lalin). Sebab, kendaraan yang kelebihan muatan tersebut berisiko menyebabkan kecelakaan di jalanan.

"Overdimensi merupakan kejahatan lalu lintas, overloading merupakan pelanggaran lalu lintas yang sangat berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas. Jadi ODOL ini kejahatan lalu lintas," ungkap Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Selain itu, Aan menyebut kendaraan yang kelebihan muatan dapat merusak kontur jalan. Nantinya, penindakan tegas berupa denda tilang akan dikenakan bagi kendaraan yang masih membawa muatan melebihi kapasitas.

"Ke depan, ketika penindakan tegas tidak ada lagi toleransi, teguran tidak ada. Overload kita tilang, overdimensi kita lakukan penyidikan lanjut karena itu kejahatan sampai adanya putusan pengadilan," ucap Aan.

Sebelumnya, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menuding Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kurang serius menangani truk overdimension overloading (ODOL) imbas kecelakaan maut yang baru-baru ini terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi merespons tudingan tersebut.

"Penanganan (truk) ODOL harus dari hulu sampai hilir," ujar Firman saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/1).

Firman menegaskan pihaknya terus berkoordinasi untuk menindak truk-truk ODOL. Dia juga berharap semua pihak ikut berperan aktif, bukan hanya Korlantas.

"Kita terus koordinasi tentang ini. Semoga semua pihak berperan serta aktif," ucapnya.

Diketahui, kecelakaan maut yang melibatkan truk tonton terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Pengamat transportasi Djoko Setijowarno meminta Korlantas Polri serius menangani truk ODOL.

(rak/lir)