ADVERTISEMENT

Asosiasi Pengusaha Kaltim Dukung Polri Proses Laporan terhadap Edy Mulyadi

Fajar Pratama - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 17:08 WIB
Edy Mulyadi sebut Prabowo Subianto Macan Jadi Mengeong
Edy Mulyadi Foto: Firda Cynthia/detikcom
Jakarta -

Edy Mulyadi dikecam keras dan dilaporkan banyak pihak ke polisi atas pernyataannya soal Kalimantan 'tempat jin buang anak' dan dugaan penghinaan terhadap Menhan Prabowo Subianto 'macan jadi mengeong'. Asosiasi Pengusaha dan Wiraswasta Nasional Kalimantan Timur (ASPENTAN-KT) mendukung Polri mengusut kasus ini.

"Kami dari Asosiasi Pengusaha dan Wiraswasta Nasional Kalimantan Timur (ASPENTAN-KT) mendukung langkah tegas Polri dalam mengusut hingga tuntas dugaan penghinaan harga diri dan martabat masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur yang dilakukan secara publikasi oleh Edy Mulyadi dan Azam Khan cs," kata Presiden ASPENTAN KT Igun Wicaksono dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

"Kami mohon kepada Kapolri agar segera tangkap dan proses hukum Edy Mulyadi dan Azam Khan cs agar masyarakat Kalimantan yang sudah mereka hina harga dirinya dapat kondusif kembali," sambungnya menegaskan.

Apabila proses hukum Edy Mulyadi dan Azam Khan cs telah dilakukan, lanjut Igun, maka menurutnya Polri telah menegakkan keadilan atas masyarakat Kalimantan. Igun menyatakan pihaknya mendukung program Polri Presisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk Polri yang professional.

"ASPENTAN-KT juga telah bersurat kepada Kapolri memohon agar segera diusut dan ditangkap Edy Mulyadi dan Azam Khan cs agar terjaga kondusifitas di masyarakat juga untuk terjaganya iklim bisnis dan stabilisasi ekonomi di Kalimantan Timur," ucapnya.

Igun menambahkan, pihaknya juga mengimbau agar jangan ada elite politik yang coba membela Edy Mulyadi dan Azam Khan dkk. Dia mengatakan, ASPENTAN-KT dan masyarakat Kalimantan Timur tidak segan-segan meminta kepada Kapolri maupun Badan Kehormatan DPR RI untuk memeriksa dan mengusut motif elite politik yang coba membela Edy Mulyadi dkk.

Diketahui, pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak berbuntut panjang. Dia dikecam dan dipolisikan karena dianggap menghina masyarakat Kalimantan.

Usai mendapat banyak kecaman karena ucapannya itu, Edy Mulyadi pun meminta maaf. Dia berargumen bahwa pernyataan itu sebetulnya untuk menggambarkan lokasi yang jauh.

Edy Mulyadi menduga ada pihak yang sengaja memainkan isu yang diucapkannya itu. Namun bagaimanapun, dia mengakui tetap meminta maaf terkait pernyataannya.

"Tapi temen-temen saya nggak tahu dengan motif apa segala macam ada yang berusaha memainkan isu ini, tapi meski demikian saya ingin sampaikan bahwa saya minta maaf itu benar-benar bukan masalah, saya akan minta maaf, itu mau dianggap salah atau tidak salah saya minta maaf," ujar Edy melalui channel YouTube-nya, Senin (24/1/2022).

Edy juga meminta maaf atas pernyataannya jika melukai masyarakat khususnya warga Kalimantan. Dia lalu memberi gambaran maksud pernyataannya tempat jin buang anak seperti bahasa 'jancuk' oleh orang Jawa Timur yang dianggap kasar oleh orang Jawa Tengah.

"Jadi itu tetap gimana pun juga saya tetap minta maaf kalau ternyata ucapan tadi dianggap melukai, buat kami, di sini, di Jakarta khususnya, itu istilah yang sangat umum, sebagaimana ada beberapa daerah yang secara budaya umum," jelasnya

"Mohon maaf, misalnya Jawa Timur, dia biasa berkata-kata yang buat orang Solo 'wih kasar banget loh', gitu ya 'jancuk kon mati kapan', itu kan maaf-maaf artinya 'sialan lu, kapan mati lu?' itu kan buat Jawa Timuran biasa banget, tapi buat orang Solo Jawa Tengah 'ih kasar banget'. Nah pada konteks itu sekali lagi saya ingin tekankan tempat jin buang anak, buat kami, saya khususnya Jakarta itu, bener-bener hanya menggambarkan tempat jauh, nggak ada potensi merendahkan menghina nggak ada," tambahnya.

(hri/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT